Opini

Berdamai dengan Jokowi

Indah Pratiwi Budi - 15/05/2020 13:34
Oleh: Iyyas Subiakto

Kalimat " berdamai "dgn Corona yg di sampaikan Pak Jokowi banyak di komentari, dan seperti biasanya yg berseberangan langsung nyolot, negatif pastinya.

Kalimat berdamai yg dipakai bukan dlm domain perang dan gencatan senjata, sejatinya lebih diartikan ttg menerima keadaan agar pikiran bisa disatukan, dimana bangsa ini sedang kesakitan bersama 200an bangsa didunia yang juga menderita, meregang nyawa.

Dalam kondisi Indonesia saat ini harusnya kita lebih dahulu berdamai dgn keadaan, belajar dari keadaan, menerima keadaan, bepikir positif bersama mengendalikan keadaan, menghitung masa depan, bukan menikam dari belakang.

Epidemi Corona sdh berjalan tiga bulan, kursus kilat bak pondok ramadhan yg kita jalankan dari mulai rebutan masker, disinfektan, apd, bahkan nyaris rebutan makanan. Lokdon, tidak, lokdon, tidak, dan TIDAK kata Jokowi, karena kalkulasi akibatnya terlalu besar.

Karantina, isolasi, PSBB, semua dilakukan bertahap, kenapa, karena menyiapkan persiapan perlengkapan, ketersediaan alat, makanan, tempat, dsb butuh proses bukan asal nyerocos, dan cuma protes, wong data warga penerima BLT saja tak beres.

Mudik, pulkam, milir, dan apalah istilahnya, yg penting sdh tau aturannya, karena kalau tidak semua akan merana.

Dalam kurun waktu tiga bulan kita mestinya sudah lebih mengenal corona itu siapa. Dia ternyata lebih buas dari singa. Dia tak mengenal tahta, harta wanita, ataupun waria. Semua ditempel, jeder. Batuk, sesak, sekarat, lewat. Dia tidak punya agama, rumah ibadah, pemurah, pemaaf, siapa yg dekat disikat.

Kata berdamai adalah menyesuaikan dgn keadaan, mengenal sifatnya, bisa mengendalikan diri, dan cerdas menghindari. Bukan merasa kuat sendiri, terpapar, pulang bawa kunci peti mati, satu rumah bisa punah.

Kondisi itu yg harusnya disadari pembenci Jokowi, mundur saja selangkah utk sama-sama berbenah di tengah wabah, bukan malah berulah. Berdamailah dengan keadaan, karena se massif apapun serangan kalian kepada Jokowi tidak akan merubah apa-apa, beliau tetap presiden Indonesia yg dipilih masyarakat Indonesia dgn pertarungan bebas tanpa kecurangan. Kenapa dia menang, karena dia pembawa tonggak kebenaran yg tidak tergoyahkan oleh kebejatan yg kalian pertahankan. Jokowi bukan virus, kalianlah yg virus susah diurus.

Posisi 55,5 : 45,5 % suara adalah pondasi yg tidak bisa kalian curi utk dibalikkan, niat kalian menghidupkan trah Cendana yg dipadu dgn memasukkan ideologi mengganti Pancasila adalah pekerjaan sia-sia, kenapa, karena zaman sekarang adalah zaman terbuka, kalian batuk di Aceh kedengaran sampai Papua. Sampai melar mulut kalian memfitnahnya, dia tetap masih yg terbaik dari yg ada.

Mari semua berdamai dgn keadaan, karena virus ini bukan tamu yg biasa, dia tidak bisa diusir dgn menutup pintu lalu dia pergi, dia tak nyata tapi ada, dan dimana saja. Jangan dikata besok lusa, entah sampai kapan dia masih ada sampai tubuh kita terbiasa dgn nya dan saat dimana obatnya ada. Kapan itu, tunggulah saat tayang iklannya hadir di media, dengan merk dan tulisan OBAT COVID19, PASTI PAS !!!

SELAMAT MENYESUAIKAN KEADAAN.


(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Indonesia Siap Lawan Corona Bersatu Lawan Covid-19 Ayo Bersatu Lawan Covid-19 Lawan Covid-19

Berita Lainnya