Opini

Sia-Sia Saja, IndonesiaTerserah

Indah Pratiwi Budi - 21/05/2020 15:00
Oleh : Irene Indah

Sejak awal muncul kata - kata itu hati saya kurang sreg tetapi saya memaklumi sebagai ungkapan kekecewaan, kejengkelan, kemarahan atas berbagai situasi yang ada.

Negara Indonesia jauh berbeda dengan kota Wuhan sehingga kebijakan yang diterapkan juga sangat berbeda tetapi seruan ' Wuhan Jiayou !!! ' yang terngiang di telinga saya saat ini memberi energi tersendiri. Indonesia Pasti Bisa !!!

Prinsip saya tidak berubah. Menghargai yang disini tanpa menjatuhkan yang disana. Kali ini tentang Paramedis dan Masyarakat.

Saya selalu kagum dan bangga dengan profesi mulia tenaga medis. Dokter, perawat dan semua yang bergerak dalam bidang medis. Apalagi saya memiliki saudara dn teman2 yang jadi dokter dan perawat. Bangganyaaa.

Keponakan saya, dokter yang sedang mengambil spesialis anak di UGM berbagi cerita bagaimana melewati hari - harinya dalam situasi pandemi ini. Sebagai residen yang harus sekolah dan praktek di RS Sarjito, tentu sangat paham bagaimana situasi dunia medis. Yang saya kagumi adalah prinsipnya : Tante , aku sendiri yang memilih profesi ini. Aku sudah tau konsekuensinya sebelum memilih. Maka ketika dihadapkan pada situasi seperti ini, aku harus mengedepankan jiwa kemanusiaan. Lelah sudah pasti. Yang kulakukan adalah bekerja di Rumah Sakit. Dokter itu menolong dst.

Mengenai tenaga medis yang menangani covid 19 tidak bisa sembarangan. Mereka tenaga khusus dipilih secara khusus dengan berbagai syarat. Salah satunya kondisi hamil tidak diijinkan menangani covid.

Mendengar penjelasannya saya semakin berterimakasih dan mengapresiasi pengabdian mereka. Dokter itu menolong. SEMULIA PROFESINYA, SEMULIA JIWANYA. Itulah dokter sejati.

Tentang masyarakat.

Stayhome adalah pilihan terbaik bagi saya. Untuk yang lain belum tentu. Ojol, jasa paket, jasa makanan atau bahkan suami saya , yang karena panggilan kerjanya hrs keluar rumah. Namun tetap mengindahkan protokol kesehatan.

Pemimpin di negara manapun tidak mudah mengatasi pandemi ini bahkan sekelas Presiden Amerika Serikat. Kesehatan tentu yang utama tetapi Ekonomi juga penting.

Banyaknya kerumunan massa di bandara, Pasar Tanah Abang, Mall , acara tertentu dll menimbulkan keprihatinan tersendiri. Apakah semua yang berada disana karena memang kebutuhan yang mendesak? Belum tentu juga. Sampai disini kubayangkan betapa repotnya mengatasi soal itu.

Mungkin saking kecewanya meihat berita kerumunan masaa, ada yang mengatakan ' Sia - sia saja kita di rumah selama 2 bulan ini'.

Buat saya, di rumah saja tidaklah sia-sia. Itu pilihan terbaik saya untuk melindungi saya dan orang lain dan karena saya bisa memilih stayhome. Jadi apanya yang sia-sia untuk suatu niat baik ?

Indonesia Terserah. Kata terserah bagi saya menunjukkan kondisi yang kurang semangat, kehilangan harapan dan tidak memotivasi.

Jika kata Sia-sia dan Terserah terus terucap, saya khawatir akan andil menurunkan imun kita.

Sesulit apapun keadaan sekarang, ada baiknya kita gunakan kata-kata yang memberi spirit positif agar kita semua semakin semangat , bangkit dan segera bisa memulai New Normal Life.

Saya menghargai kerja keras seluruh tenaga medis, saya memaklumi mereka yang harus bekerja , dan saya memghormati upaya-upaya Pemerintah untuk menyelamatkan Bangsa ini dari sisi kesehatan dan ekonomi.

Sumber : Status Facebook Irene Indah

TAG TERKAIT :
Ayo Lawan Covid-19 Bersatu Lawan Covid-19 Ayo Bersatu Lawan Covid-19 Indonesia Terserah

Berita Lainnya