Internasional

Akui COVID-19 dari Laboratoriumnya, China Terancam

Indah Pratiwi - 26/05/2020 14:22

Beritacenter.COM- Negara China kini ramai dibicarakan setelah pihaknya mengakui Laboratorium miliknya menyimpan Virus COVID-19.

Pengakuan itu datang dari petinggi Institut Virologi China. Berdasarkan wawancara CGTN, Direktur Institut Virologi Wuhan, mengakui klaim AS virus corona bocor dari laboratorium mereka adalah "kebohongan murni".

Wawancara itu dilakukan pada 13 Mei, Wang Yanyi menyatakan mereka mempunyai beberapa virus yang berasal dari kelelawar dan Virus lain.

"Kini kami mempunyai tiga strain virus hidup. Namun, kemiripan mereka dengan SARS-Cov-2 hanya mencapai 79,8 persen," ujar Wang.

Peneliti Profesor Shi Zhengli, telah menangani coronavirus dari tahun 2004, dan fokus kepada sumber "pelacakan SARS".

Akibat virus Covid-19, membuat di seluruh negara di dunia pusing mengatasinya dan kini berstatus Pandemi.

Tidak hanya Virus COVID-19 yang diteliti di kota yang sama. Ada banyak laboratorium milik Institut Virologi China yang juga banyak meneliti mengenai perkembangan virus lainnya.

Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bahkan mempunyai bukti bahwa virus corona memang berasal dari lab tersebut. Laporan itu didapat dari CIA.

Awalnya mereka bungkam. Namun petinggi Institut Virologi China akhirnya buka suara soal virus di laboratorium yang berada di Wuhan.

Pengakuan ini memuaskan dugaan banyak pihak dimana laboratorium tersebut memang memiliki virus Corona.

Dan petinggi Virologi China mengakui, virus Corona berasal dari kelelawar yang terdiri dari tiga galur (strain). Setelah pengakuan ini, China dalam posisi terancam gempuran tuntutan dari negara-negara di dunia.

Berita Lainnya