Ekonomi

Dolar AS Ambruk, Nilai Rupiah Menguat di Bawah Rp14 Ribu

Anas Baidowi - 05/06/2020 14:30

Beritacenter.COM - Nilai tukar rupiah semakin menguat pada Jumat (5/6) siang. Rupiah berada di angka Rp13.885 per dolar AS atau menguat 1,49 persen. Menguatnya nilai tukar rupiah lantaran pasar merespon positif kebijakan sejumlah negara yang melonggarkan lockdown.

Menurut Analis Asia Valbury, Lukman Leong, saat ini investor sedang memburu aset berisiko seperti investasi di mata uang. Hal itu karena pasar merespons positif kebijakan sejumlah negara yang akan melonggarkan kebijakan lockdown di tengah pandemi Covid-19.

"Iya, ada peningkatan risk appetite global ini membantu rupiah," kata Lukman.

Lukman menyebut, situasi ini membuat aset aman seperti emas ditinggalkan sementara oleh pelaku pasar. Pasalnya, investasi di aset berisiko akan lebih menguntungkan ketika ada sentimen positif dari global.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menyatakan belum ada sentimen baru untuk rupiah. Menurutnya, pelaku pasar kini sedang memanfaatkan momentum demi meraup untung yang lebih besar.

"Secara global aset berisiko memang sedang menguat hingga siang ini. Pasar merespons pembukaan ekonomi," terang Ariston.

Selain itu, penambahan stimulus ekonomi yang dilakukan sejumlah negara untuk meredam dampak penyebaran virus corona juga menambah angin segar untuk aset berisiko. Beberapa negara tersebut, antara lain AS, Eropa, dan Jepang.

Tak hanya rupiah, penguatan juga terjadi di sejumlah mata uang Asia lainnya. Tercatat, dolar Singapura menguat 0,31 persen, ringgit Malaysia 0,34 persen, won Korea Selatan 0,66 persen, dan peso Filipina 0,39 persen.

Hal yang sama terjadi pada mayoritas mata uang di negara maju. Lihat saja, poundsterling Inggris menguat 0,13 persen, dolar Kanada 0,07 persen, dan dolar Australia 0,46 persen.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Rupiah Menguat Nilai Rupiah

Berita Lainnya