Teknologi

Jaringan 5G Akan Kesulitan Beroperasi

Indah Pratiwi - 06/06/2020 14:18

Beritacenter.COM - Saat ini di Indonesia jaringan telekomunikasi sudah mencapai 44,6 juta kilometer persegi dengan cakupan sinyal 4G mencapai 43,5 kilometer persegi atau 97,51 persen. Selain itu, untuk sinyal 3G sudah mencapai 43 kilometer persegi atau mencapai 96,34 persen. Sementara sinyal 2G sudah 99 persen atau 44,23 kilometer persegi.

Menurut Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi menilai wajar apabila network dan spectrum sharing idealnya hanya diimplementasikan pada teknologi baru.

Saat ini, kata dia, perlu mengubah Undang-Undang (UU) Telekomunikasi agar mendukung program strategis nasional agar semakin baik. Oleh sebab itu, pemerintah khususnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, memasukkan revisi UU Telekomunikasi ke dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja agar dirapati bersama Badan Legislasi DPR.

“Kalau revisi UU Telekomunikasi membutuhkan waktu yang lama, maka RUU Cipta Kerja jadi salah satu cara untuk mempercepat perbaikan regulasi. Usia UU Telekomunikasi sudah lebih dari 20 tahun, sedangkan network dan spectrum sharing diperlukan untuk mendukung teknologi yang akan masuk ke Indonesia," kata Heru, dalam diskusi webinar sektor telekomumikasi, Jumat, 5 Juni 2020.

Akan tetapi, untuk implementasi 5G diperlukan alokasi spektrum frekuensi minimal 100 MHz per operator.

"Nah, kalau tidak sharing maka kita akan kesulitan mengembangkan teknologi itu," tuturnya.

Hal ini bertujuan mendukung program strategis nasional dan meningkatkan investasi. Heru mengperkirakan sangat tepat jika jaringan 5G diterapkan di teknologi baru yang akan masuk ke Indonesia.

"Ya, seperti 5G. Kebutuhan network dan spectrum sharing adalah untuk teknologi baru. Harusnya bisa diimplementasikan di 5G,” jelas mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) itu.

 

Berita Lainnya