Opini

PERBEDAAN JOKOWI & TRUMP DALAM MENGHADAPI PENDEMO

Indah Pratiwi Budi - 09/06/2020 14:00

Belakangan ini dunia sangat tak percaya dengan Aksi demo yang besar - besaran di Amerika, jadi mengingatkan kita bagaimana PA 212 mendemo Bapak Jokowi.

Tewas nya George Floyd menimbulkan kemarahan dan sangat mengguncang perasaan Warga Amrik.

Kematian Floyd di Minnesota yang berkulit hitam itu Karena ulah Polisi yang sangat rasis.
Floyd sendiri sudah mengiba memohon agar di berikan kelonggaran agar bisa bernafas,tapi apa yang merasuki 4 polisi itu yang tidak peduli permohonan Floyd.


Apakah karena Floyd berkulit hitam ...? Aachhh...masa segitunya !!

Aksi demo dan protes Masa berujung gaduh dan rusuh sampai penjarahan di mana- mana.

Di Washington DC Ibu Kota Amerika Serikat. ribuan warga pendemo mendekati Gedung Putih, mereka ingin bertemu dengan Trump karena Trump telah mengancam akan menurunkan tentara untuk melawan Warga nya sendiri.

Dan bahkan Trump sendiri dengan kabar harus ngumpet dari para pengunjuk rasa.

KILAS BALIK 4 TAHUN YANG LALU.

Tepat nya pada hari Jum'at 2 Desember 2016.
Hari yang sangat di banggakan oleh Umat 212 beserta para kroninya sebagai hari paling indah.

Saat itu ratusan ribu masa unjuk rasa di Monas, bahkan HRS klaim para pendemo itu 7 juta umat, seperti lautan manusia, mereka agar Ahok di penjara, jika tidak istana akan di kepung.

Dan tau sendiri Istana Negara tidak jauh dari Monas tempat mereka demo.
Presiden Jokowi tampak sangat tenang dan di kelilingi oleh orang - orang kepercayaan nya.

" Bagaimana situasi di Monas ? Apakah Aman untuk saya ke sana ?
Tegas Presiden Jokowi.

Pasti Semua Punggawa Tanggung Jawab Keamanan dan Pertahanan Negara terkejut dan geleng - geleng kepala.

Kepala BIN, Komandan Paspampres, Kapolri, Panglima TNI, Menkopolhukam mereka serentak memberi KODE MERAH pada Presiden, "NEGATIVE".

Tapi lain dengan Bapak Jokowi, beliau punya hitungan dan langkah yang jitu untuk menuju ke Pertengahan para Pendemo itu.

PERHITUNGAN JOKOWI YANG JITU.

Menurut sumber ...

Pukul 09.00 WIB pagi.
Bapak Jokowi sudah memerintahkan Pasukan Paspampres untuk menghitung berapa langkah dari pagar istana untuk menuju panggung Aksi 212.

Dan Prajurit Jokowi melaporkan sekitar 7 menit dengan jalan kaki. Dan Bapak Jokowi hanya manggut - manggut menerima laporan dari prajurit nya itu.

Tepat Pukul 11.30 Bapak Jokowi mengumpulkan para menterinya.
Dengan tenang dan pasti Bakal Jokowi mengajak pasukan pembantunya itu untuk bergabung ke panggung Aksi 212.

Para Pembantu Presiden Jokowi diam Tapi saling lempar pandang, mereka hampir tidak percaya apa yang mereka dengar dengan keputusan yang sangat nekat dari Seorang Jokowi.

" Maaf Bapak Presiden, resiko terlalu besar.
Dan kita tidak tau siapa - siapa yang berkerumun di dalam kerumunan yang besar itu ," tegas salah satu dari Pembantu Presiden itu, karena khawatir dengan keselamatan Presiden.

" Alih - Alih Bapak Presiden dengan tenang bicara ...Ya sudah kita jalan sekarang ...ini Perintah tegas Bapak Jokowi.

Di depan Istana Bapak Jokowi berpapasan dengan Wapres JK kebetulan mau Sholat Jum'at di Masjid dekat Istana. Dan Spontan Jokowi langsung mengajak JK untuk bergabung ke Monas dan JK tidak bisa apa - apa kecuali setuju.

Saat itu hujan sangat deras mengguyur Monas pada hari Jum'at Siang 2 Desember 2016 itu. Tapi langkah Bapak Presiden Jokowi tidak surut, tetap berjalan kaki menyusuri jalanan yang penuh mengalir air hujan dengan diapit para Prajurit Kepresidenan.

Kerumunan massa sangat padat di Monas terutama di dekat sekeliling panggung 212.
Paspampres tak gentar langsung menerobos panggung paling depan untuk membuka jalan

Dengan kepiawaian Paspampres dengan berbaju loreng baret biru muda terlihat sangat lugas membuka jalan dan membuat pagar hidup, menerobos lautan massa 212 yang berjubel agar Presiden Jokowi bisa lewat menuju panggung.

Dari Panggung belakang Bapak Presiden di gendong Untuk naik panggung tanpa alas kaki, Saat itulah Jokowi naik panggung pasti terjadi Kecemasan tingkat tinggi.

Dan pasti peristiwa itu seluruh Rakyat Seantero Negari bahkan saluran TV Luar Negeri pun menyaksikan detik - detik yang penuh bahaya itu.
Bagaimana bila terjadi Jokowi di lempar sepatu atau botol air oleh massa ?
Dan bagaimana bila dengan spontan Jokowi di amuk massa ?
Dan bagaimana jika Jokowi dipaksa untuk turun dari panggung oleh massa ?

Yang lebih bahaya sesampai nya Jokowi di panggung, tenyata tidak ada tangga untuk menuju kepanggum tersebut, dan itu tidak mungkin harus putar balik menuju depan panggung.

Tidak Ada jalan lain selain untuk menandu Presiden Jokowi untuk naik ke atas Panggung yang cukup tinggi panggung itu.

Untung saja tubuh Jokowi Cungkring dan kurus dan Pak JOKOWI sendiri sangat gesit, cukup mudah bagi nya untuk naik ke atas Panggung dengan bantuan Paspampres.

Khas dan sangat Etitut Bapak Jokowi sebelum ke Panggung utama Bapak Presiden Jokowi melepas dulu sepatu yang dipakai nya.

Bapak Presiden mengapa di lepas pak ?
Sudah di pakai saja !
Tegas Ajudannya yang was - was bila kaki Presiden Jokowi bisa terinjak di kerumunan massa di sekeliling panggung

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku

Berita Lainnya