Teknologi

Nah Lho, Situs Belanja Online Dituding Tidak Pedulikan Data Para Penggunanya

Indah Pratiwi - 11/06/2020 07:22

Beritacenter.COM - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menuding atas ketidakpedulian para penyelenggara sistem elektronik termasuk marketplace terhadap regulasi yang menyebabkan data pengguna bocor di situs belanja online.

"Kejadian yang dapat mengakibatkan data breach, yakni penyelenggara sistem elektronik (PSE) tidak peduli dengan kewajiban regulasi," ujar Kasubdit Pengendalian Sistem Elektronik, Ekonomi Digital, dan Perlindungan Data Pribadi Kementerian Komunikasi dan Informatika, Riki Arif Gunawan dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Dia menambahkan, mereka yang tidak peduli terhadap data pribadi bisa menyebabkan lantaran rendahnya kesadaran pimpinan organisasi terkait pentingnya keamanan privasi data pengguna.

"Bila sudah training mengenai pentingnya menjaga data pribadi, namun masih bocor maka ada unsur kesengajaan pegawai (internal threat) yang mengumpulkan atau mencuri data untuk kebutuhan sendiri," ucapnya.

Selain itu, kapasitas attacker yang melebihi kemampuan sistem pengamanan data yang diterapkan juga diduga diabaikan oleh para pengembang.

"Data breach, bisa juga terjadi kesalahan dalam mengirimkan pesan elektronik," ucapnya

Apabila kebocoran data pribadi terjadi, kata dia, maka pihak manajamen harus bertanggungjawab terhadap regulator untuk menjelaskan peristiwa kebocoran data tersebut. Pasalnya, hal itu bisa membahayakan para penggunanya.

"PSE punya kewajiban ganti rugi, tergantung kerugiannya," ucapnya.

Pemerintah berharap agar penyelenggara sistem elektronik(PSE) mematuhi yang ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Di lain tempat, Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bidang Advokasi, Vivien Goh menegaskan, teknik penipuan atau phishing dan penyalahgunaan akun menggunakan OTP (One Time Password) sangat banyak pengaduan konsumen dalam bertransaksi di e-commerce secara online.

"Tercatat ada 93 Pengaduan konsumen sejak tahun 2018-2020 dengan permasalahan yang disampaikan terkait kerugian dalam bertransaksi di e-commerce. Pokok masalah yang diadukan mayoritas mengenai phishing dan penyalahgunaan akun melalui OTP," paparnya.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya