Kriminal

Jatuh Sakit Hingga Meninggal, Ini Kronologi Remaja Diperkosa Bergilir 7 Pemuda di Tangerang

Aisyah Isyana - 14/06/2020 07:35

Beritacenter.COM - Nasib nahas menimpa seorang gadis di 16 tahun di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Gadis malang itu diperkosa 7 orang pria secara bergilir. Kejadian nahasi itu membuat korban jatuh sakit hingga akhirnyua meninggal dunia.

"Pelaku baru kami tangkap empat (orang), yang tiga lagi dalam pengejaran. Yang empat itu salah satunya yang mengaku sebagai pacar korban," kata Kapolsek Pagedangan AKP Efri saat ditemui detikcom di kantornya, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/6/2020).

Baca juga :

Para pelaku diketahui masih berusia kisaran 18-24. Polisi telah mengamankan empat orang diantaranya, yakni FF alias Cedem, S alis Jisung, DE alias Boby, dan A alias Anjay. Keempat pelaku yang sudah ditangkap , ditahan di Mapolsek Pagedangan. Sementara tiga pelaku lainnya, R, DO, dan DI, masih dalam perburuan polisi.

"(Pelaku dijerat) Pasal 81, Pasal 82 UU Nomor 17 2016 tentang Perlindungan Anak. Hukumannya 5 tahun, maksimal 15 tahun," kata Efri.

Efri menjelaskan awal mula kejadian nahas yang menimpa korban. Kejadian itu bermula dari perkenalan korban dengan pelaku FF di media sosial Facebook. Aksi pemerkosaan terhadap korban terjadi saat dirinya baru seminggu kenal dengan FF, atau pada 18 April 2020.

"Hanya kenal medsos aja. Ada satu orang yang ngakunya sih begitu ya pacar. Tapi masa Iya sih pacar mau menjajakan ceweknya sendiri ke teman-teman yang lain. Kalau pacar itu kayanya enggak masuk akal," tutur Efri.

Adapun kronologi pemerkosaan terhadap korban hingga akhirnya jatuh sakit dan meninggal dunia, sebagaiamana keterangan AKP Efri, yakni :

Tanggal 18 April 2020 : korban bertemu dengan FF dirumah teman tersangka FF di kawasan Cihuni, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Saat itu, FF mengajak teman-temannya yang lain untuk datang.

Selanjutnya, korban dicekoki pil eximer atau pil kuning hingga tak sadarkan diri dan akhirnya diperkosa secara bergilir. Setelah diperkosa bergilir, korban mengalami perbuahan secara fisik dan psikis, seperti berjalan miring, bicara cadel, hingga banyak terdiam.

Tanggal 26 Mei : Mendapati perbuahan korban, pihak keluarga membawa korban ke rumah sakit jiwa Darma Graha, Serpong, Tangerang Selatan. Korban dibawa kerumah sakit jiwa karena disebut mengalami trauma.

Tanggal 9 Juni : Pihak keluarga memutuskan untuk membawa korban dari rumah sakit. Namun, kondisi korban kala itu masih belum benar-benar pulih.

Tanggal 11 Juni : Korban akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan pada Jum'at, 12 Juni 2020.

Sejauh ini, polisi masih mendalami penyebab kematian korban, apakah karena pemberian pil eximer yang mempengaruhi kondisi kesehatan korban hingga mengakibatkan korban meninggal atau ada faktor lain yang menyebabkan meninggalnya korban.

TAG TERKAIT :
Pemerkosaan Berita Kriminal Indonesia Polsek Pagedangan Remaja Diperkosa Bergilir

Berita Lainnya