Kriminal

Komisi III DPR Kutuk Pemerkosa Remaja di Tangerang, Hukum Berat Para Pelaku!

Saya mendorong pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas serta memberikan hukuman seberat-beratnya, jika mengacu pada pasal 285 KUHP maksimal 12 tahun penjara. Atau Pasal 80 dan 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya paling singkat 10 tahun hingga maksimal 20 tahun penjara

Aisyah Isyana - 15/06/2020 08:28

Beritacenter.COM - Terjadinya aksi pemerkosaan bergilir terhadap remaja berusia 16 tahun di Tangerang, mendapat kutukan keras dari anggota Komisi III DPR RI Sari Yuliati. Sari menyoroti tindakan keji pelaku yang membuat korban jatuh sakit hingga berjung meninggal dunia.

"Saya sebagai perempuan dan seorang Ibu mengutuk perbuatan pelaku pemerkosaan remaja putri 16 tahun di Tangerang. Pelakunya keji!" ujar Sari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6/2020).

Baca juga :

Untuk itu, Sari mendorong agar aparat dapat mengusut tuntas kasus itu dan menghukum berat para pelaku. Dia menilai, para pelaku harus mendapat hukuman berat agar mendapat efek jera dan kejadian serupa tak terualang dikemudian hari.

"Saya mendorong pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas serta memberikan hukuman seberat-beratnya, jika mengacu pada pasal 285 KUHP maksimal 12 tahun penjara. Atau Pasal 80 dan 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya paling singkat 10 tahun hingga maksimal 20 tahun penjara," kata Sari.

"Lalu ditambah Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak yaitu kekerasan yang mengakibatkan meninggal dunia. Untuk memberi efek jera supaya tidak terulang kembali kasus serupa," sambungnya.

Sementara itu, Wabendum DPP Partai Golkar turut mengapresiasi kinerja kepolsian dalam mengusut kasus tersebut. Dia menilai, polisi telah bertindak cepat meringkus para pelaku pemerkosaan terhadap korban.

"Saya mengapresiasi Pihak Kepolisian yang telah menangkap 4 dari 7 tersangka pemerkosaan," tuturnya.

Dia meminta polisi untuk mendalami hubungan aksi pemerkosaan dan depresinya korban yang berujung meninggal dunia. Dia berharap, kasus itu dapat segera mendapat titik terang.

"Diketahui sebelum pemerkosaan, korban diberikan pil excimer lalu setelah pemerkosaan, korban sempat sakit dan depresi, dirawat di Rumah Sakit Jiwa sampai kemudian meninggal," jelasnya.

"Ini perlu didalami oleh Kepolisian bagaimana hubungan kasus pemerkosaan dengan meninggalnya korban, bisa dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika atau pasal lain yang sesuai dengan fakta hukum. Saya sampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban, semoga titik terang kasus ini dan keadilan ditegakkan pihak yang berwajib," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Pemerkosaan Berita Kriminal Indonesia Asusila Komisi III DPR RI Pemerkosaan Bergilir Remaja Diperkosa Bergilir

Berita Lainnya