Ekonomi

Menteri Keuangan Mulai Prediksi Perekonomian di Tantangan Gelombang Kedua Corona

Indah Pratiwi - 16/06/2020 15:01

Beritacenter.COM - Pemerintah Indonesia yakin sepanjang 2020 akan mengarah lebih baik meski dihadapi tekanan ekonomi wabah virus corona (covid-19) gelombang kedua. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang yakin dan optimis walau banyak lembaga internasional memproyeksikan ekonomi dunia akan negatif sangat dalam.

Dia menambahkan, dirinya berpegangan pada target pertumbuhan ekonomi ditetapkan yakni sebesar -0,4 persen hingga 2,3 persen. "Kita masih gunakan -0,4 hingga 2,3 persen. Meski point estimate kita makin mendekati level 0 sampai 1 persen. Kita akan lihat terus karena masih lihat berbagai perkembangan," kata Sri, saat konferensi pers kinerja APBN Mei 2020, Selasa(16/6/2020).

Dia mengaku sudah bisa memprediksi sebelum Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membuat proyeksi negatif sangat dalam bila terjadi gelombang kedua wabah COVID-19.

Jika gelombang kedua terjadi, maka ekonomi dunia bisa anjlok hingga -7,6 persen pada 2020 dan hanya bisa bangkit pada 2021 di kisaran 2,8 persen saja.

"Ini kalau double hit dari corona, kalau single hit prospeknya sedikit lebih baik, kontraksi enam persen, tapi itu juga kontraksi dalam. Ingat pertumbuhan ekonomi dunia itu di atas tiga persen, jadi kalau turun ke minus enam, turunnya hampir sembilan persen," tutur dia.

Oleh itu, Sri mengaku sudah membuat skenario pada kuartal I-2020 yang hanya 2,97 persen, dan ekonomi Indonesia bisa menuju skenario pertumbuhan sangat berat, yakni -0,4 persen di tahun ini.

"Untuk menjaga ekonomi Indonesia positif menjadi sesuatu yang luar biasa manantang. Hampir semua lembaga buat proyeksi kuartal II ekonomi Indonesia dan terlihat hampir semuanya membuat prediksi kuartal II negatif, mungkin hanya sedikit yang masih positif," ungkap Sri.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya