Internasional

Geram dengan Tudingan 'John Bolton' dalam Bukunya, Trump: Konyol, Itu Fiksi Murni!

Aisyah Isyana - 19/06/2020 11:23

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram dengan tudingan yang dilontarkan mantan penasihatnya, John Bolton, yang menyebutnya meminta bantuan Presiden Xi Jinping untuk memenangkannya di Pilpres AS pada November 2020 mendatang.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengungkap upaya Trump meminta bantuan Presiden China Xi Jinping untuk memenangkannya di Pilpres AS, dalam kutipan buku terbarunya yang akan rilis pekan depan. Presiden Trump menampik hal itu dan menyebut buku karya Bolton sepenuhnya 'fiksi murni'.

Baca juga :

Sebagaiamana dalam komentarnya via Twitter, Trump menyebut John Bolton yang merupakan mantan Penasihat Keamanan Nasional AS itu sebagai 'sick puppy', yang berarti sosok yang gila dan kejam, seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2020).

Geram dengan tudingan yang dilontarkan terhadapnya, Trump pun menyebut buku karya Bolton sebagai kompilasi 'kebohongan dan kisah rekayasa', yang dibuat dengan maksud untuk membuat dirinya terlihat buruk,

"Banyak pernyataan konyol yang dia sebut soal saya yang tidak pernah dibuat, fiksi murni," cetus Trump.

Untuk diketahui, John Bolton membuat buku berjudul 'The Room Where It Happened' yang akan dirilis 23 Juni 2020 mendatang. Kendati belum dirilis, kutipan buku itu telah dirilis lebih dulu oleh media terkemuka AS, New York Times.

Adapun kutipan buku itu mengungkap jika Trump meminta bantuan ke Xi Jinping pada pertemuan Juni tahun lalu. Trump disebut meminhta bantuan Presiden China Xi Jinping untuk memenangkannya di Pilpres AS November mendatang.

Selain itu, dalam bukunya Bolton juga membahas klaim-klaim yang berujung pada sidang pemakzulan Trump. Beberapa klaim itu diantaranya soal Trump menahan bantuan militer ke Ukraina guna menekan Presiden Volodymyr Zelensky agar memulai penyelidikan terhadap capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden dan putranya, Hunter. Bolton juga menyebut bukunya merupakan bukti nyata jika Trump tak pantas menjagat sebagai Presiden AS.

TAG TERKAIT :
Donald trump China Amerika Serikat Pilpres AS Xi Jinping John Bolton

Berita Lainnya