Nasional

JOKO WIDODO "Pemimpin Bertangan Dingin Membuat Dunia dan Musuh Panas Dingin"

Indah Pratiwi Budi - 22/06/2020 18:20

Beritacenter.COM - Karakter kepemimpinan yang baik bakal menentukan watak kebijakan dan arah pembangunan masa depan Indonesia. Pemimpin berkarakter mumpuni, selalu dimulai dari pemikiran yang positif.

Pemikiran tersebut hanya dimilik oleh sosok Joko Widodo untuk membangun Indonesia agar menjadi bangsa yang maju diberbagai bidang.

Begitu banyak artikel dibuat oleh pengagum JOKOWI, salah satunya oleh Rahayu, inilah artikel yang dibuatnya :

Jokowi memang pemimpin bertangan dingin..., yang mampu membuat dunia dan musuh politiknya panas dingin.

Intuisinya tajam..., mampu membidik potensi bangsa ke depan yang akan membuat dunia kesengsem mendekati Indonesia karena SDA melimpah.

Pada gilirannya nanti..., kita akan mampu menjadi bangsa Pengatur Dunia...; bukan lagi sebagai bangsa yang diatur dan ditekan.

Kebijakan menghentikan ekspor ore atau raw nickel..., yang membuat bangsa kita sempat diancam/embargo Eropa untuk stop import CPO...; kini pelan tapi pasti berbuah manis.

Jokowi berbeda dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya..., yang ingin menikmati hasil panen segera mungkin..., tetapi Jokowi dengan percaya diri ingin memberikan warisan kepada bangsa dan negaranya.

Setelah selesai era kepemimpinannya..., dipastikan penerus dan anak bangsa ini tinggal memanen hasil kebijakannya yang luar biasa.

Saat Eropa mengancam tidak akan membeli CPO dari Indonesia yang melimpah..., Jokowi langsung memerintahkan LBP..., Erick Thohir..., dan Ahok untuk segera mempersiapkan diri mengolah CPO menjadi minyak diesel B20..., B30 bahkan target tahun ini sudah menjadi B60.

Teknologi ini..., adalah murni karya anak bangsa.

Untuk merespon kebijakan presiden tersebut..., Ahok segera bergerak cepat dengan membangun Kilang Besar di Cilacap.

Kilang ini rencananya dulu bekerjasama dengan Saudi Aramco..., tapi dibatalkan dan dibangun memakai modal sendiri.

Perhitungan yang sangat cantik..., sebab apabila jadi bekerja sama dengan Saudi Aramco..., dipastikan Indonesia cq. Pertamina akan kehilangan $10/barrel.

Sebab sudah pasti Pertamina wajib menggunakan Crude Oil dari Aramco..., yang harganya lebih tinggi $10 per barrel dibanding harga Crude Oil dari Afrika.

Bahwa harga bulan ini Crude Oil Aramco = $27,5..., sedangkan harga CO WTI Afrika hanya $17,5 per barrel.

Akibat kebijakan stop ekspor raw nickel itu..., investor ramai-ramai menyerbu Indonesia..., khususnya investor dari China dan Eropa...; untuk membangun smelter di Indonesia.

Untuk itu..., kebijakan Jokowi tetap sama seperti kebijakan untuk Freeport..., yakni Indonesia harus menguasai minimal 51% saham setiap industri strategis berbasis SDA.

Gebrakan Eropa untuk tidak membeli CPO pun akhirnya runtuh sendiri..., akibat kebijakan Jokowi untuk mengolah CPO Indonesia menjadi B80.

Dan mereka akhirnya beramai-ramai impor CPO Indonesia..., bahkan melampui target sebelum ancaman Eropa..., yaitu 36 juta MT yang sebelumnya hanya 20 juta MT.

Hal tersebut sangat beralasan..., sebab apabila program B80 segera diproduksi artinya kebutuhan/impor Crude Oil akan turun 80%..., dan itu akan membuat kalang kabut produsen Crude Oil dunia.

Impor CPO secara masive tersebut selain ingin menghambat program jokowi untuk segera memproduksi B80..., juga bentuk pendekatan mereka agar diberikan akses untuk ikut mengolah nickel.

Nickel dan turunannya adalah bahan baku bateray lithium..., yang akan menggantikan BBM fosil dan ramah lingkungan.

Menko Perekonomian Erlangga Hartarto pada bulan laliu telah mengumumkan..., akan segera memulai pembanguan Industri Strategis Nasional dengan nilai investasi Rp 1,470 T dan menyerap 19,200,000 tenaga kerja baru..., yang akan dimulai bulan Agustus tahun ini.

Mumpung hari ini Jokowi ultah..., jadi boleh dong kita share kebijakan beliau.

Rahayu

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Ulang Tahun Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Ultah Presiden Jokowi HBD Jokowi Haul Bung Karno

Berita Lainnya