Opini

Menjaga Kedisiplinan dan Produktivitas Selama Pandemi Covid-19

Indah Pratiwi Budi - 22/06/2020 21:25
Oleh : Hendardi Penulis adalah warganet, tinggal di Tangerang

Pandemi covid-19 membuat tatanan kehidupan di Indonesia berubah drastis dan orang-orang diharuskan untuk beraktivitas di rumah saja. Ketika keadaan sudah cukup aman lalu boleh keluar rumah lagi di era new normal, kita beradaptasi lagi dan memenuhi protokol kesehatan. Misalnya rajin cuci tangan dan memakai masker kain. Kedispilinan untuk menjaga higienitas sangat diperlukan agar terhindar dari corona. Di era new normal, masyarakat juga diharap untuk kembali bekerja dengan produktif.

Produktivitas kerja digenjot di awal era new normal. Walau masih berada di pandemi covid-19, namun bukan berarti kita boleh malas-malasan. Jangan mau kalah dengan corona dan ada anjuran presiden untuk berdamai dengan penyakit ini. Berdamai bukan berarti kalah, tapi menjalankan hidup normal dengan waspada dan siaga agar tidak tertular virus covid-19.

Untuk mengawali era new normal, maka produktivitas di tempat kerja kembali dinaikkan. Kinerja para pegawai diharapkan bisa moncer kembali. Mereka boleh lagi bekerja di kantor, walau dengan protokol kesehatan yang ketat. Mengapa harus ada protokol seperti ini? Tentu agar pegawai bisa bekerja dengan rajin dan produktif, tanpa harus takut terkena corona.

Protokol di tempat kerja saat pandemi covid-19 adalah sebagai berikut, yang pertama adalah adanya sistem kerja shift dan masuk kantor secara bergantian. Mengapa harus bergantian dan tidak full seperti dulu? Karena ada aturan physical distancing untuk menghindari potensi penularan corona, jadi semua kursi dan kubikel tidak boleh ditempati secara berdempetan. Jadi kapasitas ruangan dikurangi jadi 60 persen saja. Otomatis pegawai yang masuk juga berkurang, sehingga masuk kerjanya bergantian. Namun walau hanya masuk kantor hanya 3-4 hari dalam seminggu, sisa pekerjaan masih digarap di rumah alias work from home.

Produktivitas di tempat kerja bukan berarti boleh lembur seperti biasanya. Jika ada pekerjaan yang belum terselesaikan, masih boleh lembur, asalkan pegawai itu benar-benar sehat. Namun jika ia berumur di atas 50 tahun, tidak diperbolehkan lembur. Penyebabnya karena orang yang sudah tua lebih beresiko kena virus covid-19. Dikhawatirkan jika ia terlalu sering lembur dan memforsir tenaga, akan mudah sakit dan tertular corona.

Pegawai juga harus dijaga kesehatan dan higienitasnya. Tujuannya tentu agar tubuhnya bugar dan ia bisa bekerja dengan produktif. Jika perlu, perusahaan memberikan jatah vitamin C atau minuman herbal untuk menambah stamina. Kantor juga sebaiknya disemprot disinfektan setidaknya 4 jam sekali. Terutama di gagang pintu, lobby, dan bagian lain yang sering didatangi oleh banyak orang.

Pegawai juga diharap ikut menjaga kedisiplinan agar tidak mudah tertular corona. Disiplin bisa dimulai dari hal-hal kecil, misalnya rajin mencuci tangan atau membersihkan telapak dengan hand sanitizer. Mereka juga wajib pakai masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Masker itu juga harus dijaga kebersihannya. Jika semua orang disiplin, tentu akan aman dari serangan virus covid-19.

Disiplin pada pegawai juga wajib dilakukan di rumah. Ketika pulang kerja, maka tidak boleh langsung mencium pipi anak-anak walau kangen luar biasa. Mereka harus lekas mandi dan keramas serta berganti baju, baru boleh bersentuhan dengan anggota keluarga yang lain. Mandi dan keramas dilakukan agar kebersihan terjaga dan terhindar dari virus covid-19. Jadi disiplin tidak hanya dilakukan di tempat kerja, tapi juga di dalam hunian.

Walau masih berada dalam pandemi covid-19, produktivitas kerja tidak boleh layu begitu saja. Apalagi era new normal sudah dimulai dan kantor dibuka kembali. Kita bisa bekerja dengan semangat dan disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus covid-19.

 

TAG TERKAIT :
Virus Corona Cegah Penyebaran Corona Penerapan New Normal

Berita Lainnya