News

Istri Salah Satu Tersangka Kasus Bawa Pulang Jenazah di Surabaya Positif COVID-19

Aisyah Isyana - 23/06/2020 21:45

Beritacenter.COM - Setelah empat tersangka kasus jemput paksa jenazah COVID-19 di RS Paru, mendapat hasil reaktif dan menjalani swab test, ada satu orang lagi yang diketahui terpapar Corona. Salah satu istri dari keempat tersangka dinyatakan positif COVID-19.

Dikatakan Kepala Puskesmas Pegirian, Surabaya, dr Eva Susanti, salah satu istri tersangka turut merawat dan memakamkan jenazah COVID-19 yang sebelumnya dibawa paksa dari rumah sakit.

Baca juga :

"Ada yang positif satu setelah kami lakukan pemeriksaan. Dia ikut serta pemulasaraan jenazah saat di rumah," kata Eva saat jumpa pers di RS Paru, Jalan Karang Tembok, Surabaya, Selasa (23/6/2020).

Pasca heboh aksi pemulangan paksa jenazah COVID-19, Eva menyebut pihaknya mengimbau warga untuk segera mengikuti rapid test. Namun, sayangnya banyak warga yang menolak untuk mengikuti rapid test, lantaran takut mendapat hasil reaktif dan diisolasi.

"Masalahnya mereka takut ikut rapid ya. Saya sampai harus mengetuk pintu satu per satu mengimbau agar ke tempat rapid massal. Mereka takut kalau hasilnya reaktif lalu diisolasi," jelas Eva.

Diberitakan sebelumnya, aksi penjemputan paksa jenazah positif COVID-19 di RS Paru itu dilakukan sejumlah warga Pegirian, Surabaya, Kamis (4/6). Mereka menjemput paksa jenazah COVID-19 dan membawa pulangnya tanpa protokol kesehatan.

Mereka melakukan aksi jemput paksa itu lantaran tak ingin jenazah itu dimakamkan dengan protokol COVID-19. Kepada petugas rumah sakit, mereka bersikeras menyebut jenazah perempuan 48 tahun itu tak positif Corona dan membawa paksa jenazah beserta bed rumah sakitnya.

Alhasil, kasus bawa pulang paksa jenazah positif COVID-19 pun berbuntut panjang, hingga akhirnya polisi pun turun tangan. Sebanyak empat anggota keluarga dari jenazah itu telah ditetapkan tersangka oleh polisi.

TAG TERKAIT :
Surabaya Virus Corona Jenazah COVID-19 Jemput Paksa Jenazah COVID-19 RS Paru

Berita Lainnya