Bisnis

Bos PLN Curhat Utang Perusahaan Berjumlah Ratusan Triliun Bikin Pusing Kepala

Indah Pratiwi - 25/06/2020 18:22

Beritacenter.COM - Membengkaknya utang perusahaan milik salah satu BUMN yakni Perusahaan Listrik Negara(PLN) yang rupanya memiliki utang berjumlah Rp500 triliun lantaran banyak sejumlah faktor.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengakui, kondisi keuangan perusahaan mulai terasa berat. Hal ini membuat PLN dalam kondisi tidak sehat karena membengkaknya utang yang terus bertambah.

"Saya sebagai bankir paham kondisi PLN sedang tidak sehat. Saat ini cash PLN dari dana sendiri nol sedangkan pinjaman 100%. Ini kondisinya," ungkap Zulkifli saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Pada akhir tahun lalu, kata dia, utang perusahaan PLN mencapai kurang lebih Rp500 triliun. Sebelumnya, kurun waktu lima tahun utang PLN masih di bawah Rp50 triliun. Hal ini karena akibat investasi pembangkit listrik program 35.000 megawatt (MW) membutuhkan tambahan investasi per tahun kira-kira mencapai Rp90-Rp100 triliun.

Dia menambahkan, Investasi itu sulit dipenuhi perusahaan melainkan seluruhnya dilakukan melalui pinjaman hampir tidak ada dari dana sendiri. Akibatnya, PLN juga menanggung bahan bakar yang tergantung dengan harga global.

"Jadi investasi pembangkit Rp100 triliun per tahun dan lain-lain, sangat sulit bagi PLN untuk bisa memenuhi sendiri. Dari investasi itu, pinjaman Rp100 triliun per tahun itu hampir gak ada dana sendiri 100% pinjaman," tandas dia.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center

Berita Lainnya