Opini

Ini memang salah Jokowi

Indah Pratiwi Budi - 05/07/2020 09:23

Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) adalah anak perusahaan PT Pertamina yang terdaftar di Singapura th 1992. Komposisi kepemilikan saham adalah Pertamina 40%, Tommy Soeharto 20% , Bob Hasan 20% dan Yayasan Karyawan Pertamina 20%.

Kepemilikan saham Tomy Soeharto meskipun hanya 20% namun semua keputusan harus mendapat persetujuannya, Dia menunjuk Mohammad Reza Khalid sebagai pelaksana dilapangan.

Mengingat kebutuhan BBM Indonesia yang relatif sangat besar Petral kemudian mendirikan anak perusahaan yang bernama Pertamina Energy Services (PES) untuk memenuhi kebutuhan itu.
Sangat miris cadangan minyak bumi Indonesia tidak kalah jauh dari negara Arab Saudi, Indonesia yang tadinya sebagai negara peng'ekspor' akhirnya menjadi negera peng'import' BBM. Semua itu tak lepas dari kepentingan elit penguasa Orde Baru yang ingin mendapatkan rente sebagai "Makelar" import minyak. Inilah yang menyebabkan Pertamina enggan dan lalai memproduksi BBM, itu terbukti dengan tidak adanya eksplorasi sumur minyak baru dan pembangunan kilang-kilang minyak.

Pemerintahan Orba tumbang di th 98, pergantian presiden berulang kali namun kondisi dan keadaan PETRAL dan PES tidak berubah. Begitupun di era pemerintahan SBY yang memahami dan mengerti sepenuhnya permasalahan PT Pertamina dengan mafia migas yang ada didalamnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa SBY adalah sosok yang arif dan bijak serta santun enggan mencampuri soal tersebut, buat apa susah, lebih baik meneruskan tradisi pendahulunya dan pemerintahannya dijamin pasti aman dari gangguan.

Akhirnya PETRAL dibubarkan oleh presiden Jokowi pada tanggal 13 Mei 2015, sehingga membuat Pertamina dapat menghemat Rp 250 miliar per hari. Secara otomatis hal itu menghancurkan ladang-ladang bisnis haram dan menghilangkan peran para mafia makelar dalam pengadaan migas selama ini.

Pembubaran itu adalah "kesalahan fatal" Jokowi dimata para penguasa trah Cendana dan Cikeas sehingga membuat mereka marah besar. Tindakan itu harus dibalas namun mereka sadar tidaklah mungkin berhadap-hadapan secara langsung, dengan dana besar mereka tak segan membayar para gelandangan politik dan ormas-ormas bahkan ada ormas keagamaan untuk membuat kekacauan yang ujung-ujungnya akan dimanfaatkan untuk melengserkan Jokowi.

Penyerangan itu dilakukan pada setiap celah dan kesempatan yang dianggap sebagai kesalahan Jokowi, dengan cara menyebarkan fitnah, agitasi adu domba, isue anti Islam, dzalim kepada Ulama, antek aseng asing bahkan komunisme. Pokoknya semua cara dihalalkan persis tindakan PKI.

Jangan biarkan Jokowi sendirian ...Ayo lawan !!!

Salam secangkir kopi hitam Indonesia... 

 

TAG TERKAIT :
Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Pembenci Jokowi

Berita Lainnya