News

Dukung Edhy Prabowo soal Ekspor Benur, DPR Singgung Mantan Menteri yang Tak Rela

Ada mantan menteri belum rela melepaskan jabatannya. Kok yang direcokin lobster?

Aisyah Isyana - 07/07/2020 14:34

Beritacenter.COM - Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo soal membuka keran ekspor benih lobster, mendapat respon pro dan kontra dari sejumlah pihak. Edhy menegaskan jika hal itu dilakukan lantaran banyaknya nelayan yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut.

"Kebijakan yang kami lakukan ini sebenarnya sudah kami rencanakan jauh sebelum COVID-19. Izin ini ingin memfasilitasi bagaimana masyarakat yang tadinya hidupnya terganggu dari menangkap benih lobster ini bisa hidup kembali," kata Edhy dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Baca juga : 

Menjawab kekhawatiran soal punahnya lobster jika diekspor, Edhy menyebut satu lobster dapat bertelur hingga 1 juta ekor. "Satu ekor lobster itu bisa bertelur sampai 1 juta dan di daerah yang musim panasnya hanya 4 bulan itu bisa sampai 4 kali bertelur," jelasnya.

"ini hasil penelitian di Tasmania. Indonesia ini adalah daerah yang banyak mataharinya sepanjang tahun musim panas," sambungnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Darori Wonodipuro, turut mendukung dibukanya ekspor benih lobster. Dia menyinggung soal adanya campur tangan menteri lama yang belum rela melepas jabatannya terkait polemik ekspor benih lobster.

"Ada mantan menteri belum rela melepaskan jabatannya. Kok yang direcokin lobster?" kata Darori dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2020).

Kendati begitu, Darori enggan menyebut nama menteri yang disinggungnya. Dalam hal ini, Darori menilai dibukanya keran ekspor itu dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu, Darori juga mengklaim kinerja KKP kian membaik saat dipimpin Edhy Prabowo.

"KKP ini dari tahun ke tahun meningkat kebaikannya. Laporan keuangan 2016, lalu 2017 disclaimer. Kemudian 2020 laporannya baik. Ini berarti terus meningkat ya mungkin karena Sekjennya dari Bareskrim, Irjennya dari kejaksaan," tuturnya.

Darori bahkan meminta sejumlah rekomendasi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang belum ditindak oleh menteri-menteri lama, agar dibuka ke publik. "Diangkat saja ke pengadilan, masalah di Aceh, di Pangandaran," beber Darori tanpa menjelaskan detail kasusnya.

Selain itu, dukungan terhadap dibukanya keran ekspor benih lobster juga datang dari Ketua Umum Fraksi NasDem, Ahmad Ali. Dia menyarankan agar narasi yang muncul dipublik dapat dibenahi, agar tidak ada kesalahpahaman diluar.

"Sehingga di luar tidak terkesan kebijakan ekspor lobster hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu. Ini yang kemudian narasinya, tolong KKP diperbaiki," imbuhnya.

Ahmad juga mengimbau Menteri Edhy untuk tidak terpengaruh dengan kebijakan menteri yang lama. Dia juga berharap masyarkat dapat memberikan kesempatan Menteri Edhy untuk bekerja menjalankan tugasnya.

"Jangan menari di atas panggung mantan menteri KKP deh. Pak Edhy yang punya kebijakan ini bahwa ini kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, jalan tanpa perlu memperdulikan narasi-narasi yang ada di luar. Hari ini Edhy Prabowo jadi Menteri KKP, izinkan dia untuk melaksanakan program ini sampai selesai," tandasnya.

TAG TERKAIT :
Nelayan KKP Lobster Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster Benur

Berita Lainnya