Nasional

Pakar Perikanan dan Kelautan Undip Dukung Kebijakan Ekspor Benih Lobster

Lukman Salasi - 09/07/2020 12:34
FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Ir. Suminto, M.Sc mendukung kebijakan ekspor benih lobster yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kebijakan tersebut diatur melalui Permen KP Nomor 12 Tahun 2020. Aturan ini merevisi Peraturan Menteri (Permen) KP era Susi Pudjiastuti Nomor 56 Tahun 2016.

Menteri KP Edhy Prabowo menegaskan bahwa ekspor benih lobster diizinkan untuk membantu belasan ribu nelayan kecil yang kehilangan mata pencarian akibat dilarangnya ekspor benih lobster.

Dengan adanya peraturan era Susi yang melarang penangkapan dan ekspor benih lobster, Dr. Suminto berpendapat bahwa potensi kekayaan lautan gagal dimaksimalkan. Apalagi lobster di laut peluang hidupnya kurang dari satu persen.

Karena hal tersebut, Suminto menyebut bahwa peraturan yang sebelumnya berlaku akhirnya direvisi oleh Menteri KP Edhy Prabowo. Suminto menyebut kebijakan yang diambil Menteri Edhy sudah bagus.

"Sampai 2019, nelayan kan bingung, sebelumnya pekerjaannya itu (menangkap lobster) akhirnya tidak ada pekerjaan tetap. Dengan Permen KP yang sekarang ini sudah bagus, cuma harus ditegakkan," kata Suminto dalam keterangannya yang kami kutip Kamis (9/7/2020).

Dengan kebijakan KKP yang baru ini, potensi alam bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat. Suminto kemudian meminta Menteri Edhy tegas menjalankan peraturan yang tertuang dalam Permen KP terbaru ini.

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh eksportir benih lobster adalah harus memiliki kegiatan budidaya lobster. Tidak hanya itu eksportir juga disyaratkan sudah berhasil melakukan kegiatan budidaya lobster di dalam negeri, dan sudah panen secara berkelanjutan.

"Kalau berbicara penegakan hukum, yang ekspor sekarang ini sudah memenuhi ketentuan itu belum? Itu yang harus dikontrol oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan," kata Suminto.

Suminto menilai soal kebijakan eksportir ini tidak perlu kembali dipolemikan karena pastinya sudah dikaji secara akademis dan bagus.

Hal yang lebih penting, kata Suminto, melihat perlu adanya pembinaan di sektor nelayan maupun budidaya lobster di Indonesia. Ia menyebut bahwa Kementerian KP harus memfasilitasi sarana dan pra-sarana, baik bagi nelayan maupun pembudidaya.

"Bagaimana menyiapkan para pembudidaya Indonesia agar siap untuk melakukan pembudidayaan lobster, seperti halnya di tambak-tambak udang," kata Suminto.

"Saya setuju (ekspor), tetapi Permen KP No. 12/2020 ini harus ditegakkan secara lurus. Ini sudah dikaji secara akademis dan sudah bagus, tapi pelaksanaannya itu yang menjadi persoalan," lanjutnya.

Jika hal tersebut bisa dikerjakan oleh masyarakat pembudidaya dan nelayan lobster di Indonesia, maka akan menghasilkan keuntungan triliunan rupiah.

"Karena ini prospektif. Ekspor benih kalau dilaksanakan dengan masif, hitungan kasarnya bisa mencapai satu triliun dari pajaknya. Apalagi kalau ada nilai tambah, devisa dari lobster saja mungkin sudah ratusan triliun," kata Suminto.

Ia memberi saran kepada KKP agar ilmuwan Indonesia diberi kesempatan untuk melakukan riset terapan di bidang budidaya lobster.

Lebih lanjut, Suminto menyebut bahwa izin ekspor benih lobster ini bukanlah sesuatu yang seharusnya bersifat permanen, melainkan keberadaannya bisa dikaji dan dievaluasi berdasarkan situasi yang terjadi di lapangan.

TAG TERKAIT :
Berita Center KKP Ekspor Benih Lobster Pakar Perikanan dan Kelautan Undip Dukung Ekspor Benih Lobster Keuntungan dari Ekspor Benih Lobster Undip

Berita Lainnya