Opini

KAYU CENDANA DAN SI TUKANG KAYU

Indah Pratiwi - 10/07/2020 10:06

Ketika bapaknya ngebet pingin "ngingu"(memelihara) sapi, pada tahun 1973 ia mengungsikan penduduk di lima desa yang tersebar pada 751 hektar tanah di Jawa Barat.

Ketika sibungsu ngebet pingin bangun resort, tahun 1996 perusahaan yang dimiliki oleh si bungsu mengusir penduduk desa dari tanah mereka di pulau Bali untuk membangun sebuah resort seluas 650 hektar.

Ketika anak tertua ngebet pingin bisnis padahal kata ibunya dia ga pinter bisnis, tahun 1988 Departemen Sosial jualan lotere, yakni judi yang disahkan negara dan berlangsung hingga tahun 1993 dan penanganannya dilakukan oleh perusahaan si sulung.

Gak mau kalah, putra keduanya minta agar gula yang dimonipoli Bulog, harus melewati dirinya, jadilah dia tukang stempel dan komisi mengalir deras hanya gara-gara cap saja.

Si putri bungsu marah, Bulog pun memberinya hak untuk mengimpor ribuan ton beras. Dengan dalih menstabilkan harga pangan, kesepakatan keluarga itu dengan Bulog telah menghasilkan sekitar $3 hingga $5 miliar.

Pingin punya jalan tol, putri pertamanya langsung dapat proyek raksasa, jalan tol dalam kota.

Ga punya duit bagi modalnya, pinjamlah dia ke bank Bumi Daya milik pemerintah. Ketika pejabat tertinggi bank itu menolak, bubar sudah masa depan orang itu, dia langsung dipecat.

Si putri pertama langsung panen dengan hasil $ 210.000 per hari ditahun 1990.

Dengan alasan privatisasi, telkom mengakhiri monopoli telekomunikasi. Putra ke dua adalah penerima manfaat utama.

Pada tahun 1993, lisensi untuk operasi sambungan langsung internasional dan untuk jaringan telepon digital diberikan pada perusahaan putra keduanya.
Tahun 1995, nilai perusahaannya ditaksir sudah berilai $2,3 milar.

Dunia sangat luas, namun rupanya masih terlalu sempit bagi kepentingan, terjadilah tabrakan dalam ruang yang sangat lebar itu.

Putra sulung berantem dengan putra bungsu rebutan ladang dalam persaingan bisnis penerbangan.

Ga puas berantem dengan putra tertua, putra ketiga ngajak ribut dengan putra kedua. Kali ini dalam persaingan bisnis otomotif.

Laki lawan laki kini sudah tidak seru lagi, lelaki lawan perempuan mengambil panggung perang antar saudara. Putri pertama berantem dengan putra kedua hanya karena rebutan gelombang TV, mereka bersaing dalam dunia pertelevisian.

Persaingan tumbuh begitu kuat sehingga keturunan cemara ini mulai mencari monopoli dalam lini bisnis yang semakin memalukan.

Putra kedua sekali lagi mendapat kontrak untuk mengimpor kertas khusus yang digunakan oleh mint nasional.

Tak mau kalah putri tertua mengambil alih pemrosesan surat izin mengemudi.

Persaingan makin menggila , bukan hanya anak, menantupun tak mau kehilangan momen sempit itu.

Istri putra pertama menjadi satu-satunya produsen resmi kartu pengenal wajib Indonesia.

Tahun 1996, cucu lelaki, anak putra tertua,merancang sebuah skema untuk menjual stiker sebesar $0,25 sebagai bukti pajak untuk setiap botol bir dan alkohol yang dikonsumsi di Indonesia.

Oalaaahh....

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Keluarga Cendana Pembenci Jokowi Cendana VS Tukang Kayu

Berita Lainnya