News

Kualitasnya Terbaik di Dunia, Menteri Edhy Minta Banyuwangi Tingkatkan Produksi Sidat

Potensi sidat ini sangat besar. Kami minta agar Banyuwangi bisa meningkatkan produksinya

Aisyah Isyana - 10/07/2020 19:30

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, melakukan kunjungan kerja ke pabrik pengelolaan sidat di Banyuwangi, Jawa Timur. Pada kunjungannya, Edhy menyebut potensi sidat di Banyuwangi sangat besar. Dia pun meminta agar Banywangi dapat meningkatkan produksi sidat.

"Potensi sidat ini sangat besar. Kami minta agar Banyuwangi bisa meningkatkan produksinya," kata Menteri Edhy, saat berkunjung ke pabrik pengelolaan sidat, PT Iroha Sidat Indonesia (ISI) yang merupakan bagian dari PT Suri Tani Pemuka, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (10/7/2020).

Baca juga : 

Dalam hal ini, Indonesia berada di urutan ke-10 negara pengekspor sidat. Meski hanya di urutan ke-10, sidat atau yang lebih dikenal dengan unagi asal Indonesia termasuk yang terbaik di dunia.

"Banyak permintaan sidat dari berbagai negara, karena kualitas sidat Indonesia termasuk Banyuwangi merupakan yang terbaik di dunia. Satu kilogram sidat dihargai Rp.500.000," kata Edhy.

Atas dasar itu, Edhy meminta warga Banyuwangi dapat mendorong budidaya sidat. "Seperti pabrik ini bisa menjadi semacam plasma bagi masyarakat untuk bisa budidaya sidat," jelas Edhy.

Dalam tiap tahunnya, PT ISI dapat memproduksi 100 ton sidat. Dikatakan Head of Aquaculture Division JAPFA Ardi Budiono, tak hanya proses produksi terintegrasi, pihaknya juga menerapkan budidaya sidat berkelanjutan melalui sistem restocking.

"Kami selalu memastikan sidat yang kami budidayakan akan kami kembalikan ke alam. Sejak tahun 2015, kami mengembalikan lebih dari 250 ribu ekor sidat ke habitatnya," kata Ardi.

Ardi menyebut produk sidat telah diolah dengan menerapkan standar produksi dan kualitas mutu internasional. Dengan begitu, produk sidat dapat diterima dengan baik di pasar luar negeri. Dari Januari-Juni 2020 saja, Divisi Aquaculture JAPFA telah mengekspor senilai Rp216 miliar produk budidaya perikanan berupa olahan sidat, tilapia dan udang, ke 14 negara di benua Amerika, Eropa, Asia dan Afrika.

Selain itu, Divisi Aquaculture JAPFA juga sudah menjalin kerjasama dengan Kindai University Jepang dan Universiti Malaysia Sabah, untuk mendirikan Research and Development Centre yang akan menjadi pusat riset dan pelatihan budidaya perikanan.

"Melalui fasilitas ini, diharapkan industri budidaya perikanan termasuk sidat, dapat semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat," tambah Ardi.

TAG TERKAIT :
Banyuwangi KKP Edhy Prabowo Menteri KKP Sidat Unagi Pabrik Pengelolaan Sidat

Berita Lainnya