Ekonomi

Dukung Pembudidayaan di Daerah, KKP Berikan 600 Ribu Benih Udang Windu ke Kota Tarakan

Baharuddin Kamal - 16/07/2020 16:22
Gedung KKP.
FOKUS : KKP

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mecatat, sejak awal Juli 2020 Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) telah menggelontorkan total bantuan benih udang, bandeng, kepiting/rajungan dan nila salin sebanyak 27,3 juta ekor. Dari jumlah itu, 9,2 juta ekor di antaranya ialah benih udang windu.

Terbaru, sebanyak 600 ribu ekor benih udang windu diberikan KKP ke kelompok pembudidaya yang berada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Benih udang windu itu di dapat KKP dari BBPBAP, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pembudidaya di level daerah.

"KKP memastikan benih yang diproduksi oleh UPT dan diedarkan ke masyarakat merupakan benih baik dan berkualitas yang dihasilkan dari induk unggul," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Slamet menjelaskan, pemberian benih udang tersebut merupakan bentuk insentif dari pemerintah agar keberlanjutan usaha pembudidayaan ikan di masyarakat dapat terus berjalan di tengah kelesuan ekonomi.

"Dengan terus bergeraknya roda ekonomi pembudidaya akan berkontribusi langsung untuk pemenuhan kebutuhan protein yang terus meningkat serta kesejahteraan masyarakat secara umum," ucap Slamet Soebjakto.

Sementara itu, Kepala BBPBAP Jepara Sugeng Raharjo menilai bahwa stimulus bantuan langsung merupakan wujud dukungan pemerintah dalam mengembangkan usaha perikanan budi daya, secara khusus budi daya udang windu di Kalimantan Utara.

"Budi daya udang windu apabila dilakukan dengan cermat memiliki potensi untuk menjadi komoditas unggulan perikanan budi daya karena memiliki nilai ekonomis dan harga jual yang lebih baik dan stabil dibandingkan dengan jenis udang lain. Selain itu komoditas ini juga akrab dengan pembudidaya skala kecil karena dapat dibudidayakan dengan teknologi sederhana dengan penggunaan pakan alami," ujar Sugeng.

Sugeng menyoroti pentingnya membangun model kawasan dalam usaha budi daya udang windu. Menurut dia, hal itu tidak hanya berpengaruh terhadap efisiensi dan efektivitas, tetapi juga untuk keberlanjutan usaha agar dapat menggenjot produksi dan nilai tambah.

TAG TERKAIT :
Berita Center KKP Benih Udang Windu BBPBAP

Berita Lainnya