Kriminal

Polisi Tangkap 3 Pelaku Manipulasi Dokumen Elektronik Senilai Rp8,6 Miliar

Aisyah Isyana - 17/07/2020 01:30

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Jatim berhasil membongkar kasus intersepsi dan manipulasi dokumen elektronik, dengan kerugian mencapai Rp8,6 miliar. Dalam kasus ini, polisi telah meringkus tiga pelaku penipuan yang telah memanipulasi dokumen elektronik.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, kasus bermula dari laporan polisi pada tanggal 17 Juni 2020. Dalam kasus ini, PT Toyobo Jepang merasa telah ditipu dan dirugikan oleh PT Kalimantan Kuasa.

Baca juga : 

PT Kalimantan Kuasa telah memanipulasi dokumen elektronik dan mengirim pemberitahuan soal pengalihan pembayaran atas jual-beli plastik yang sebelumnya dilakukan antara PT Trias Sentosa sebagai penjual, dan PT Toyobo Jepang sebagai pembeli, Februari 2020 lalu.

"Setelah dilakukan pengiriman barang, PT Trias Sentosa mengirim tagihan ke PT Toyobo Jepang. Lalu di tengah perjalanan, PT Kalimantan Kuasa ini memotong komunikasi dengan membuat akun email mirip dengan akun email milik PT Trias Sentosa," kata Truno saat rilis di Mapolda Jatim, Kamis (16/7/2020).

Dalam kasus ini, PT Kalimantan Kuasa mengirim pemberitahuan melalui emai, yang berisi soal pengalihan pembayaran tagihan senilai Rp 8,6 Miliar dari PT Trias Sentosa ke PT Kalimantan Kuasa.

"Jadi para pelaku ini meminta pengalihan pembayaran ke rekening milik PT Kalimantan Kuasa," imbuh Truno.

Polisi meringkus tiga tersangka dalam kasus ini, yakni Reza Hernanda yang berperan menyiapkan rekening untuk menampung uang hasil penipuan, Syahrudin Noor sebagai perantara pencarian rekening perusahaan dan Denny Anggriawan selaku pemilik PT Kalimantan Kuasa dan pemilik rekening perusahaan.

"Jadi ketiganya saat ini dilakukan proses pemeriksaan terkait pasal 31 ayat 1 dan 2 Jo pasal 46 ayat 1 dan 2 atau pasal 35 Jo pasal 51 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 55 ayat 1 atau 56 KUHP atau pasal 5 atau pasal 4 atau pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU)," papar Truno.

Atas terjadinya kasus ini, Truno berpesan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dalam melakukan transaksi elektronik.Pasalnya, banyak pelaku kejahatan yang memanfaatkan momen seperti itu untuk melakukan penipuan.

"Jadi apa bila ada pesan di email atau di aplikasi elektronik manapun, waspada jangan mudah percaya," pesan Truno..

TAG TERKAIT :
Penipuan Berita Kriminal Indonesia Polda Jatim Manipulasi Dokumen Elektronik Intersepsi

Berita Lainnya