Ekonomi

Indonesia Terancam Resesi, Pemerintah Harus Lakukan Ini

Anas Baidowi - 28/07/2020 14:25

Beritacenter.COM - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan bahwa pemerintah harus terus meningkatkan konsumsi untuk menghindarkan Indonesia dari dampak buruk pandemi yakni resesi.

Berdasarkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I dan II 2020 mengalami perlambatan. Jika kondisi yang sama terjadi di kuartal berikutnya, maka bisa dipastikan indonesia akan mengalami resesi seperti yang telah menimpa negara Singapura dan Korea Selatan.

Pingkan menambahkan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan (Kemenkeu), Fabrio Kacaribu pernah menyampaikan informasi terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menrurun pada kualtal ke II 2020 dan diproyeksi akan mencapai minus 4,3 persen. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya untuk meningkatkan kembali perekonomian agar Indonesia tak masuk ke dalam jurang resesi.

Dalam keterangan tertulisnya, Pingkan menyampaikan bahwa pemerintah harus fokus dalam mengatasi pertumbuhan ekonomi yang rentan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang tergolong rentan.

“Melihat perkembangan Perekonomian saat ini memang betul, Konsumsi perlu terus digerakkan setidaknya untuk meminimalisir dampak dari peluang Resesi yang ada. Salah satu stimulusnya adalah dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada kelompok masyarakat yang tergolong rentan. Jika melihat data jumlah penduduk miskin secara bulanan, angkanya naik dari 25,1 juta menjadi 26,4 juta pada Maret 2020 yang lalu,” jelasnya.

Menurut Pingkan, pemerintah haus memperhatikan mekanisme bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat, mulai dari pendataan hingga tahapan laporan sehingga dapat meminimalisir penyelewegan dana.

“Untuk opsi penyaluran melalui rekening ini agar cashless saya rasa cara yang baik, namun perlu diperhatikan bank mana saja yang dapat melakukannya serta harus dikomunikasikan jauh-jauh hari kepada masyarakat. Hal ini dapat meminimalisir adanya korupsi maupun kendala penyaluran yang tidak terkoordinir dengan baik antara pusat dan daerah,” pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Ekonomi Resesi

Berita Lainnya