News

Soal Kasus HP Ilegal PS Store, Bea Cukai : Prosesnya Panjang, Penelusuran Sejak 2017

Jadi itu proses yang panjang, gitu kan. Karena informasi dari masyarakat ini kan ternyata banyak gerainya (PS Store), gitu ya. Nah kita menelusuri itu (sejak 2017), semua gerai itu, gitu

Aisyah Isyana - 29/07/2020 03:43

Beritacenter.COM - Kantor Wilayah Bea-Cukai Jakarta membeberkan proses penyelidikan yang panjang, terkait pengungkapan kasus impor ilegal 190 handphone milik PS Store. Penelusuran terkait kasus ini bahkan sudah dilakukan sejak 2017 lalu.

"Iya jadi kenapa kita bisa mendapatkan nilai transaksi (190 handphone) tahun-tahun di 2017, 2018 itu ya, (karena) prosesnya cukup panjang, gitu lho," kata Kasi Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea-Cukai Jakarta, Ricky M Hanafie, Selasa (28/7/2020).

Baca juga :

"Jadi itu proses yang panjang, gitu kan. Karena informasi dari masyarakat ini kan ternyata banyak gerainya (PS Store), gitu ya. Nah kita menelusuri itu (sejak 2017), semua gerai itu, gitu. Nah dari penyelidikan-penyelidikan, itu memakan proses, kemudian di 2019 baru tahapan penyidikan itu baru dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, gitu," lanjutnya.

Ricky mengatakan, kasus ini bermula saat Bea Cukai mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya sebuah toko yang menjual handphone dengan harga miring. Alhasil, penyelidikan terkait dugaan itu pun dilakukan. Ricky menyebut, penyitaan handphone ilegal itu awalnya dilakukan di PS Store yang berlokasi di Jalan Raya Condet, Jakarta Timur.

Setelah menyita barang bukti dari PS Store Condet, Bea Cukai kembali melakukan pengembangan lebih lanjut. Namun, Ricky menyebut penyelidikan terkait kasus itu dilakukan pihaknya dengan sangat hati-hati agar tidak terendus.

"Jadi setelah kita tegah (sita) beberapa store, itu ada beberapa store kan, jadi tidak langsung 1 store sekian banyak (langsung menyita 190 handphone ilegal). Jadi kita tunggu momen, baru kita tangkap, gitu kan. Jadi ada beberapa store, terkumpullah 190 itu," ucapnya.

"(Penyitaan 190 handphone itu dari) beberapa gerai, jadi dikumpulkan. Ya ada (penyitaan dari gerai PS Store) yang di Tangerang, ada yang di Depok, gitu lho. Pada saat penyitaannya itu tertangkap tangan," ujar Ricky.

Berkas penyelidikan berupa barang bukti 190 ilegal itu, jelas Ricky, saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jaktim. Ricky juga mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur untuk membeli gadget dengan harga murah. Dia juga berharap, para pelaku usaha untuk menjalankan bisnis mereka dengan legal dan jujur.

"Yang kedua, memberikan edukasi ke masyarakat, jadi jangan mudah diiming-imingi barang murah, harga miring, gitu kan. Tentunya khawatir barang itu ilegal atau rusak, gitu ya," tandas dia.

Diberitakan sebelumnya, pemilik PS Store berinisial PS juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kepabeanan. PS yang saat ini menjadi tahanan kota, diduga telah melanggar Pasal 103 huruf d Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat ini tengah menyusun berkas dakwaan perkara terhadap bos PS Store. Jika nantinya rampung, berkas itu akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk segera disidangkan

"Saat ini tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari, yaitu penahanan kota, di rumahnya," kata Kasi Intel Kejari Jaktim Ady Wira Bhakti, saat dihubungi, Selasa (28/7).

TAG TERKAIT :
Hp Ilegal PS Store Handphone Ilegal Bea Cukai Jakarta PS Store Ditangkap Kepabeanan

Berita Lainnya