Opini

DJOKO TJANDRA, BURONAN ERA SBY DITANGKAP DI ERA JOKOWI

Indah Pratiwi Budi - 01/08/2020 11:15

Djoko Tjandra, koruptor busuk yang mendapatkan servis dari anak buah Anies, akhirnya ditangkap oleh kepolisian Republik Indonesia, dan saat ini, buronan kasus pengalihan hak tagih alias cessie Bank Bali senilai ratusan miliar itu, diterbangkan dari Malaysia ke Bandara Halim Perdanakusuma.

Penangkapan koruptor di era SBY yang terjadi di era Joko Widodo ini sungguh-sungguh menampar keras-keras muka para pemimpin terdahulunya. Joko Widodo berhasil menegakkan hukum. Sebagai presiden Republik Indonesia, Jokowi bisa dikatakan mempertaruhkan jabatannya dengan kasus-kasus besar.

"Mengarah ke Indonesia. Sudah mau take off dari Malaysia," ujar Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Sebenarnya presiden Joko Widodo ini adalah sosok yang bisa dikatakan kena sial. Kenapa? Karena dia harus mengurus sampah-sampah yang dihasilkan oleh pemimpin terdahulunya. Dia dipaksa untuk mengurusi berbagai proyek mangkrak di era pemimpin sebelumnya. Satu per satu dibereskan oleh beliau.

Tapi saking banyaknya proyek mangkrak yang tidak selesai, beberapa pun didiamkan Itu sih kalau proyek ya. Tapi kalau buronan yang gak jelas di era sebelumnya, itu mau tidak mau harus diurus, diusut sampai tuntas. Kasus penegakan hukum yang cacat di era sebelumnya, menjadi PR yang menumpuk.

Kalau mau dikata, Joko Widodo ini ibarat pemulung yang disuruh pungut-pungut sampah yang dibuat dan begitu membuat negara ini busuk. Untungnya, Joko Widodo telaten, dia orang kecil yang menjalankan tugasnya dengan telaten.

Dia setia kepada hal-hal yang kecil. Termasuk menegakkan hukum, dan membiarkan proses hukum berjalan dengan jelas. Saya bersyukur melihat bagaimana Joko Widodo berhasil menangkap Djoko Tjandra, yang bisa-bisanya mendapatkan servis dari Lurahnya si Anies Baswedan, pemimpin rasis itu.

Djoko Tjandra ini adalah sosok yang sempat dianggap sebagai Superman. Kenapa? Karena sebagai buronan, dia bisa dengan invisible alias tidak terlihat, dan juga invincible alias memiliki kekuatan besar, bisa mondar-mandir Indonesia untuk membuat KTP, bahkan sebelum kantor lurah buka.

Bahkan Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra pun diduga melakukan konsolidasi dan rapat persiapan penerimaan Djoko Tjandra di kantor lurah. Djoko pun seperti diberikan karpet merah, untuk datang, duduk manis di hadapan kamera, difoto lewat kamera SLR, lalu dalam waktu kurang dari dua jam alias seratus dua puluh menit atau sekitar 7200 detik menghitung mundur, KTP pun jadi.

Selain diservis oleh pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, Djoko Tjandra pun diservis dengan luar biasa oleh anggota Polisi, yang pada akhirnya dipecat langsung secara tidak hormat. Bedanya sama Anies apa? Kalau Polri memecat dengan tidak hormat anggotanya yang kedapatan main mata dengan Djoko. Sedangkan Anies hanya Menonaktifkan. Seperti HP, gak dibuang, tapi dimatikan sementara, kemudian dinyalakan lagi kalau perlu. Gitu kah?

Bravo Polri! Di bawah kepemimpinan Kapolri Idham Azis dan berkat kerjasama luar negeri Menteri Luar Negeir Retno, Djoko Tjandra pun dijemput dari Malaysia ke Indonesia. Dia akan diborgol seperti buronan perempuan dari era SBY yang juga bikin bank negara merugi pada saat itu.

Pengacara Djoko Tjandra Anita Kolopaking pun masuk paket jadi tersangka. Kenapa dia jadi tersangka? Karena Anita Kolopaking ini diduga melancarkan buronan Djoko Tjandra untuk keluar masuk Indonesia dengan mudah. Anita Kolopaking pun dicekal, agar kejadian seperti Rizieq yang kabur sebelum dicekal, tidak terjadi lagi.

Penyidik sudah mengantongi dan menyita banyak barang bukti antara lain surat jalan serta surat keterangan pemeriksaan Covid 19 atas nama Djoko Tjandra, kliennya. Polisi langsung membungkus kedua orang ini, untuk ditelusuri dan diadili seadil-adilnya lewat hukum yang berlaku.

Joko Widodo berhasil membangun kepercayaan publik yang sempat rontok karena ada anggota kepolisian yang terlibat dalam memuluskan Djoko Tjandra, kemudian anak buah si Anies yang memberikan servis memuaskan kepada koruptor ratusan miliar itu.

Djoko Tjandra seharusnya sudah dipenjara sejak 2009, dan seharusnya tahun 2011 dia sudah bebas karena dihukum 2 tahun penjara dengan denda 15 juta saja. Tapi dia memilih untuk kabur, dan menantikan hukuman yang jauh lebih berat menanti di depan mata.

Kalau saya jadi dia, mending saya hidup baik-baik di penjara 2 tahun, lalu 2011 bebas, kemudian bisa hidup baik-baik juga. Kenapa deh malah memilih kabur? Karena dapat restu dari pemimpin baperan? Wah enak sekali. Tapi sekarang, tidak ada lagi tuh namanya santai-santai menikmati pelesiran di luar negeri.

Joko menangkap Djoko. Tirulah Jokowi.

Sumber: https//s.id/nYaSN 

#DejaVu

TAG TERKAIT :
Djoko Tjandra Bareskrim Berhasil Tangkap Djoko Tjandra Djoko Tjandra Berhasil Ditangkap Di Era Jokowi Djoko Tjandra Berhasil Ditangkap

Berita Lainnya

KITA JOKOWI

Opini 18/09/2020 18:00

Nihilisme Anies

Opini 15/09/2020 16:30