News

Heboh Kasus Fetish Kain Jarik, Ini Pesan Polisi Agar Masyarakat Tak Jadi Korban

Aisyah Isyana - 03/08/2020 19:30

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian memberikan sejumlah tips ke masyarakat agar tak menjadi korban pelecehan seksual. Hal itu diberikan mengingat heboh kasus predator fetish kain jarik mahasiswa Unair yang banyak menelan korban dan belakangan viral di media sosial.

Dikatakan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono, masyarakat diharapkan agar lebih selektif dalam memilih teman. Terlebih, pada pertemanan baru yang terjalin di media sosial.

Lintar juga berpsan agar masyarakat tak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal di medsos. Mengingat salah satu korban predator kain jarik yang menyuarakan pelecehan seksual, diketahui mengenal pelaku melalui medsos.

"Secara umum kita harus tahu kita berkawan dengan siapa. Apa lagi kemarin kan kenalnya melalui media sosial. Nah kita harus tahu siapa orang yang kita kenal ini, jadi tidak gampang percaya apa lagi dengan orang yang tidak kita kenal pribadinya," kata Lintar kepada wartawan di Surabaya, Senin (3/8/2020).

Lintar juga meminta masyarakat lebih waspada dan menaruh curiga terhadap orang yang suka mengatakan hal-hal yang mengarah ke topik seksual.

"Seperti mereka mengatakan satu hal ketika itu bernilai negatif dengan modus apapun, dengan cover apapun, kita wajib curiga," tambahnya.

Meski tak menampik jika menjadi pribadi yang selalu berprasangka baik itu perlu, Lintar berharap agar masyarakat juga tak menjadi abai akan bahaya pelecehan seksual yang bisa saja terjadi.

"Berprasangka baik itu harus. Tapi ketika permintaan itu sudah aneh, tidak seperti biasanya kita wajib untuk curiga," lanjut Lintar.

Lebih lanjut Lintar meminta korban agar lebih selektif dan berani untuk menolak dan berkata tidak pada permintaan pelaku yang nyeleneh. Terlebih, jika permintaan itu beralasan untuk penelitian, korban diharapkan untuk dapat menanyakan sejelas-jelasnya kepada yang bersangkitan.

"Untuk korban cowok terhadap kasus kemarin kan rata-rata divideo dengan alasan penelitian. Korbannya banyak kaum akademisi memang," ujarnya.

"Untuk itu, korban harus menanyakan penelitian ini berdasarkan apa, mengarahnya dengan metode apa. Karena metode yang dilakukan penelitian ada banyak, jadi harus ditanya metode apa. Intinya harus waspada terhadap teman-teman yang baru dikenal di media sosial," pesan Lintar.

TAG TERKAIT :
Pelecehan Seksual Polda Jatim Kelainan Seksual UNAIR Predator Kain Jarik Fetish Pocong

Berita Lainnya