Peristiwa

Hari ini, Sejumlah Sekolah di Cilegon Mulai Berlakukan KBM Tatap Muka

Baharuddin Kamal - 04/08/2020 11:43
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pada hari ini, sejumlah sekolah di Cilegon kembali melakukan kegiatan belanjar mengajar (KBM) tatap muka usai sebelumnya sempat sekolah via daring akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Namun, KBM tatap muka kali terlihat nampak berbeda dengan sebelumnya, karena harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus asal Wuhan, China itu.

Para siswa pun mulai dibiasakan dengan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Corona. Siswa yang masuk sekolah hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada. Jam pelajaran pun dibatasi hanya 2 jam. Bangku-bangku diatur dengan jarak 1-2 meter di setiap kelas. Hal ini salah satunya terlihat di SDN Kedaleman I yang menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di dalam dan luar kelas.

"Hari ini kita masuk, anak-anak dengan sistem pembelajarannya absen nomor 1-16, setengahnya jadi 50 persen yang hadir dilanjutkan besok dari nomor 17 sampe terakhir absennya," kata Kepala Sekolah SDN Kedaleman I Cilegon, Romlah kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Romlah mengatakan, KBM tatap muka itu dilakukan secara berseling. Contohnya, Jika nomor absen 1-16 masuk hari ini, 17 dan selanjutnya masuk besok. Siswa yang tidak KBM di sekolah, melakukan pembelajaran daring dari rumah.

"Satu hari masuk, satu hari belajar di rumah, karena memang kita masih uji coba dari Dinas Pendidikan mudah-mudahan tidak ada halangan jadi bisa berlanjut," ucap Romlah.

Selain itu, pihaknya juga menyemprot disinfektan secara rutin, hal itu dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran virus corona. Pihak sekolah, menurut Romlah, juga menyediakan masker dan face shield untuk para guru dan murid jika ditemukan ada yang tidak memakai masker.

"Kita menyediakan masker makanya kita cadangan kalau anaknya nggak pake, kita kasih. Tempat cuci tangan juga kita sediakan sesuai protokol kesehatan," tuturnya.

Pihak sekolah mewajibkan agar orangtua murid menjemput anaknya sepulang sekolah. Romlah mengatakan, murid di SDN Kedaleman I tidak boleh dijemput ojek. Jika orang tua murid bekerja, harus ada anggota keluarganya yang menjemput.

"Nggak ada jam istirahat karena langsung pulang, saya imbau juga ke wali murid tidak boleh dijemput ojek, harus orangtuanya yang menjemput," ujar Romlah.

Selain menerapkan jaga jarak, pihak sekolah membiasakan budaya baru kepada anak-anak. Siswa diajarkan memberi salam kepada guru tanpa harus berjabat tangan.

Di ruang kelas, anak-anak tampak sudah memakai masker atau face shield. Selain itu juga ada hand sanitizer yang ditaruh di bagian depan ruang kelas.

TAG TERKAIT :
Berita Center Cilegon Virus Corona Protokol Kesehatan KBM Tatap Muka Sekolah Mulai Masuk

Berita Lainnya