News

Satgas COVID-19 soal Pandemi : Tak Dapat Diprediksi, Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Aisyah Isyana - 04/08/2020 18:21

Beritacenter.COM - Pandemi virus Corona (COVID-19) masih belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Menanggapi hal itu, Satgas Penanganan COVID-19 mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Dikatakan Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, wabah seperti ini pernah menyerang dunia dan menelan puluhan hingga ratusan juta korban jiwa, yakni seperti black death, Spanish flu, hingga the modern plague. Adapun pandemi global itu memiliki durasi yang beragam, mulai dari satu tahun hingga puluhan tahun.

"Setelah itu, wabah yang terjadi berlangsung lebih cepat, yaitu berlangusng selama kurang lebih 1-2 tahun. Dan dari sejarah pandemi global, tercatat bahwa lama waktu wabah berlangsung cukup bervariasi, tergantung dari jenis sumber wabah," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Selasa (4/8/2020).

Untuk itu, dia menyebut pandemi COVID-19 belum dapat diprediksi kapan berakhirnya. Dia pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan prokol kesehatan.

"COVID-19 masih belum dapat diprediksi akan berlangsung sampai kapan. Namun seluruh elemen yang terlibat dalam penanganan COVID-19, tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, berusaha keras agar kita semua dapat terlepas dari wabah ini," jelasnya.

"Untuk itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak, baik kami sebagai pemerintah dan juga masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin melakukan protokol kesehatan. Karena dengan melakukan protokol kesehatan yang disiplin, tidak hanya melindungi Anda, tetapi juga melindungi orang lain," lanjut dia.

Wiku mengimbau agar masyarakat tak meremehkan virus Corona. Pasalnya, virus COVID-19 sangat berbahaya, dan masyarakat diharapkan untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

"Kami perlu mengingatkan bahwa virus ini, SARS Cov-2 sangat berbahaya dan sangat ganas. Untuk itu, kalau ada yang bertanya kapan pandemi ini berakhir, lebih baik kita bertanya kapan diri kita bisa disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan," tegasnya.

Lebih lanjut Wiku menekankan jika kunci keberhasilan penanganan Corona, adalah perubahan perilaku masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Wiku menyebut hal itu merupakan cara paling murah dan mudah, karena berasal dari diri masyarakat sendiri.

"Kami mohon kepada saudara-saudara sekalian agar betul-betul dapat mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama protokol kesehatan dengan rajin cuci tangan, jaga jarak, selalu pakai masker, dan menggunakan face shiled tidak cukup apabila tidak menggunakan masker. Dan mari kita saling mengingatkan, sekali lagi mulai dari kita," tutur Wiku.

"Dan sekali lagi saya ulangi, jangan tanyakan kapan pandemi akan berakhir, tapi tanyakan kepada diri kita, kapan bisa disiplin pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Kami yakin Indonesia bisa," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
BNPB Virus Corona Pandemi COVID-19 Protokol Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19

Berita Lainnya