News

Doni Monardo soal Klaim 'Hadi Pranoto' : Tak Boleh Klaim Itu Obat COVID-19, Sangat Berbahaya!

Satgas akan menerima masukan dari banyak pihak, mereka-mereka yang menemukan obat tradisional, herbal atau jamu. Kami berikan apresiasi tapi tidak boleh mengklaim ini obat, karena sangat berbahaya ketika ada pihak-pihak tertentu apalagi publik figur memberi penjelasan bahwa ini obat, sampai hari ini belum ada obat COVID-19. Vaksinnya pun masih dalam proses

Aisyah Isyana - 06/08/2020 15:50

Beritacenter.COM - Heboh soal klaim 'obat Corona' Hadi Pronoto seperti yang ditayangkan di YouTube Anji, turut mendapat tanggapan dari Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Dalam hal ini, dia mengimbau masyarkat untuk tak langsung percaya dengan klaim obat Corona Hadi Pranoto.

"Satgas akan menerima masukan dari banyak pihak, mereka-mereka yang menemukan obat tradisional, herbal atau jamu. Kami berikan apresiasi tapi tidak boleh mengklaim ini obat, karena sangat berbahaya ketika ada pihak-pihak tertentu apalagi publik figur memberi penjelasan bahwa ini obat, sampai hari ini belum ada obat COVID-19. Vaksinnya pun masih dalam proses," ucap Doni di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (6/8/2020).

Doni tak menampik jika ramuan herbal atau obat tradisional telah digunakan masyarkat kita sejak dulu. Meski begitu, jika mengklaim hal itu sebagai obat, Doni menilai perlu dilakukan beberapa tahapan untuk benar-benar menyatakan itu sebagai obat.

Baca juga :

"Kalau jamu, kalau herbal, banyak warga kita sudah melakukannya dari zaman dulu. Termasuk 1918-1919 kita lihat datanya tadi, itu cara mengobati masyarakat dengan ramuan tradisional, tidak ada menyalahkan, tapi mengklaim obat tidak dibenarkan. Kalau obat itu harus melalui berbagai macam tahapan uji klinis dan ada izin BPOM dan kementerian kesehatan," ujarnya.

"Kalau toh ini obat sudah benar, maka pengumuman resmi bukan dari orang per orang, tapi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Bapak Terawan, selain itu belum ada," jelasnya.

Untuk itu, Doni berharap masyarakat tak gampang terpengaruh dengan klaim itu. Dia meminta masyarakat tidak percaya begitu saja. "Nah sekali lagi, masyarakat untuk memahami ketentuan yang ada. Sekali lagi, jangan terpancing, jangan terpengaruh," katanya.

Untuk diketahui, sebagaimana disiarkan di YouTube Anji saat diwawancarai, Hadi Pranoto mengenalkan diri sebagai pakar mikrobiologi yang juga Kepala Tim Riset Formula Antibodi COVID-19.

"Antibodi ini bisa menyembuhkan dan juga bisa mencegah. Berbeda dengan vaksin. Kalau vaksin itu kan disuntikkan dan kalau ini diminum," ujar Hadi Pranoto dalam video itu.

Hadi menyebut antibodi itu terbuat dari bahan herbal, dan memiliki beberapa jenis kandungan yang diklaim dapat meyembuhkan pasien COVID-19. Semua bahan baku antibodi itu berasal dari Indonesia.

"Ini berupa cairan. Dan di dalam cairan itu mengandung beberapa kandungan yang bisa membunuh COVID-19," lanjut Hadi Pranoto.

Buah dari hebohnya klaim di video itu, belakangan Anji dan Hadi Pranoto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Keduanya dilaporkan terkait video klaim Hadi menemukan 'obat COVID-19', atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

Pelaporan terhadap Anji dan Hadi Pranoto itu dilakukan CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. tanggal 3 Agustus 2020.

"Sudah resmi dilaporkan pada malam ini jam 18.30 terlapor disebut jelas Hadi Pranoto profesor yang di-interview. Kemudian adalah pemilik akun YouTube duniamanji," kata Muannas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (3/8).

TAG TERKAIT :
Anji Pandemi COVID-19 Obat corona Obat COVID-19 Hadi Pronoto Klaim Obat COVID-19

Berita Lainnya