Kriminal

Faktor Ekonomi, Janda Cantik di Jombang Nekat Curi Ponsel

Dewi Sari - 07/08/2020 19:22

Beritacenter.COM - Seorang janda satu anak berinisal IF, warga asal Desa Kesamben, Kabupaten Jombang nekat mencuri ponsel karena faktor ekonomi.

Mamah muda itu mencuri handphone milik penjual ec campur. Apesnya, pelaku diketahui korban sehingga kabur diamankan polisi.

Kapolsek Prajuritkulon, Kompol Muhammad Puji mengatakan penangkapan IF berdasarkan laporan dari korban penjual es campur yang sering mangkal di Jalan Prajuritkulo, Kota Mojokerto, mengaku menjadi korban pencurian.

"Ini berkat dari kecepatan korban yang segera lapor ke kita dan juga anggota sehingga dengan mudah kami mengamankan pelakunya," kata Puji, kepada awak media, Jumat (7/8/2020).

Aksi pencurian yang dilakukan IF terjadi sekira pukul 11.30 WIB. Ketika itu, IF yang mengendarai motor mondar mandir di Jalan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Seketika itu, ia melihat ada penjual es campur yang tengah mangkal.

Selanjutnya, IF pun menghampiri pedagang es tersebut, dengan dalih hendak membeli enam bungkus es campur. Korban yang tak sadar kemudian melayani mama muda itu. Saat korban lengah, IF dengan cepat mengambil ponsel milik korban.

"Usai mengambil ponsel korban, wanita tersebut kemudian kabur dengan sepeda motor. Korban baru sadar kira-kira 5 menit setelah ponselnya hilang," jelas Puji.

Seketika itu, korban langsung mengejar IF. Akan tetapi usaha itu sia-sia. Hingga akhirnya korban melapor ke Polsek Prajuritkulon. Menerima laporan itu, petugas langsung bergerak cepat melakukan pencarian. Hingga akhirnya petugas mendapati IF tengah berada di SPBU.

Saat itu IF sedang duduk didepan toilet SPBU. Petugas langsung mengamankan pelaku dengan mengamankan barang bukti ponsel yang disimpang di dasboard motor. IF pun langsung dibawa ke Mapolsek Prajuritkulon, Kota Mojokerto,untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Pelaku ini mengaku kalau terpaksa mencuri, karena tidak memiliki pekerjaan lagi. Hasil dari mencuri itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup ia dan anaknya yang masih sekolah SD," terang Kapolsek.

Dari pengakuannya, IF sudah melakukan aksi pencurian handphone sebanyak tiga kali. Faktor utama dirinya melakukan aksi nekatnya lantaran mengganggur akibat pandemi Covid - 19.

"Selama melakukan aksinya pelaku menjual handphone melalui media sosial (medsos). Uang hasil penjualan itu, digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Tersangka kita kenakan pasal 363 KUHP tetang pencurian dengan ancaman maksimal lima tahun penjara," tandas Puji.

TAG TERKAIT :
Berita Center Krminal Kasus kriminal Curi Ponsel

Berita Lainnya