Nasional

Adanya Perbedaan Ideologi di Parlemen Jadi Penyebab RUU-PKS Tak Kunjung Disahkan

Anas Baidowi - 12/08/2020 13:44

Beritacenter.COM - Sekretaris Jenderal Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) menilai bahwa pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS) Sulit dilakukan karena adanya perbedaan paham berpikir atau ideologi diantara anggota DPR.

"Untuk pengesahan RUU ini juga tidak mudah karena memang enggak bulat suaranya di DPR. Kenapa tidak bulat? Ternyata yang melihat soal kekerasan seksual ini enggak sama," kata Luluk, Rabu (12/8/2020).

"Ada pertarungan ideologi di parlemen, membuat RUU ini mengalami hambatan yang luar biasa," lanjut dia.

Menurut Luluk, hal terssebut berimbas pada beberapa frasa dalam RUU PKS jadi sering dipermasalahkan. Fraksi yang menolak menganggap sejumlah frasa bertentangan dengan keyakinan mereka. Namun, fraksi yang menolak itu justru dinilai mengabaikan substansi dan urgensi agar RUU PKS disahkan.

"Mungkin semuanya sudah punya record-nya, fraksi apa yang menentang keras bagi RUU ini mengabaikan substansi kenapa RUU ini mesti hadir dan kemudian diputuskan," ujarnya.

Selain perbedaan ideologi di parlemen, yang menjadi penghambat lainnya adalah masih kentalnya budaya patriarki. Budaya patriarki merupakan penempatan posisi sosial laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.

kemudian, ada juga pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan RUU PKS hanya untuk kepentingan elektoral semata.

"Jadi ya kita melihatnya banyak sih memang hal-hal yang tidak rasional itu yang justru terjadi sehingga ini didrop (dari Prolegnas 2020)," ucap dia.

 

TAG TERKAIT :
Berita Center RUU PKS Polemik RUU PKS

Berita Lainnya