Entertainment

Jadi Tersangka dan Ditahan, Jerinx: Saya Berdoa Semoga Ibu-ibu Tak Jadi Korban Rapid Test

Saya berdoa, semoga tidak ada lagi ibu-ibu yang menjadi korban akibat kewajiban rapid test

Aisyah Isyana - 12/08/2020 20:21

Beritacenter.COM - Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, Jerinx 'SID' ditahan penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali. Atas hal itu, Jerinx sendiri mengaku siap menjalani proses hukum terkait kasus yang menjeratnya.

Dalam kasus ini, Jerinx mengaku sama sekali tak gentar, lantaran mengaku memperjuangkan nyawa rakyat yang jadi korban karena kebijakan kewajiban rapid test COVID-19 sebagai syarat administrasi. Jerinx menyebut kritikannya mewakili ibu-ibu yang jadi korban kebijakan rapid test.

"Kritik saya ini untuk ibu-ibu yang menjadi korban akibat dari kebijakan kewajiban rapid test," kata Jerinx berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Gendo Law Office yang jadi tim kuasa hukumnya, Rabu (12/8/2020).

Baca juga : Jerinx Kembali Diperiksa Sebagai Tersangka di Kasus 'IDI Kacung WHO'

Kedepannya, Jerinx berharap tak akan ada lagi ibu-ibu yang menjadi korban akibat kebijakan rapid test sebagai syarat administrasi. "Saya berdoa, semoga tidak ada lagi ibu-ibu yang menjadi korban akibat kewajiban rapid test", harapnya.

Terkait kasus dugaan ujaran kebencian, Jerinx dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) UU ITE, tentang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Menanggapi hal itu, Gendo menyebut postingan kliennya tidak memuat penyebaran kebencian. "Entah apa yang dimaksud dengan kebencian SARA dalam kasus ini, biar publik lah yang menilai," ujar Gendo.

"Setahu saya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah lembaga publik atau organisasi profesi bukan golongan dalam terminologi Suku, Agama, Ras dan Antar golongan," imbuhnya.

Sekedar diketahui, Jerinx 'SID' ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terkait postingan 'IDI kacung WHO' di media sosial. Jerinx terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Posting-annya menimbulkan suatu perbuatan yang di mana diatur dalam UU ITE, mencemarkan nama baik, menghina, menimbulkan suatu permusuhan," ujar Dirkrimsus Polda Bali Kombes Kus Yuliar Nugroho kepada detikcom, Rabu (12/8).

TAG TERKAIT :
Polda Bali Berita Kriminal Indonesia Kasus Ujaran Kebencian Jerinx Postingan IDI Kacung WHO

Berita Lainnya