Nasional

KPK Kembali Tahan Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin

Baharuddin Kamal - 13/08/2020 20:54
Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin.
FOKUS : KPK

Beritacenter.COM - Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus Pemotongan Uang dan Penerimaan Gratifikasi oleh Kepala Daerah di Bogor. Selama 20 hari kedepan RY ditahan di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur di Pomdam Jaya Guntur.

"Hari ini kami menahan tersangka RY, Bupati Bogor periode 2008-2014, selama 20 hari sejak tanggal 13 Agustus 2020 hingga 1 September 2020 di Rumah Tahanan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi di Pomdam Jaya Guntur," ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Lili menjelaskan, penetapan RY sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan dari kasus yang sebelumnya. Karena KPK menduga serta menemukan barang bukti bahwa masih ada sejumlah pemberian lain yang diduga telah diterima oleh Bupati Bogor saat itu.

"Sehingga untuk memaksimalkan asset recovery, KPK melakukan Penyelidikan dan saat ini setelah terdapat bukti permulaan yang cukup, KPK membuka Penyidikan baru, dan menetapkan Rachmat Yasin Bupati Bogor periode 2008-2014 sebagai tersangka pada 24 Mei 2019," kata Lili.

Lili menyebutkan, RY diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah sebesar Rp8.93 miliar. Menurutnya, uang tersebut digunakan RY untuk biaya operasional Bupati dan kebutuhan kampanye Pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014;

Tak hanya itu, RY juga diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol guna memuluskan izin pembangunan pondok pesantren dan kota santri, serta Mobil Toyota Velfire senilai Rp825 juta dari seorang pengusaha yang notabene merupakan pengurus tim sukses RY untuk menjadi bupati Bogor periode kedua pada 2013.

"Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja," imbuhnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka RY disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

TAG TERKAIT :
KPK Berita Kriminal Indonesia Berita Center Kasus Korupsi Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin RY Ditahan

Berita Lainnya