Internasional

Trump Pastikan Tak Akan Berpartisipasi di KTT yang Digagas Putin

Aisyah Isyana - 16/08/2020 08:40

Beritacenter.COM - Seruan Presiden Rusia, Vlademir Putin, untuk menggelar pertemuan puncak para pemimpin dunia untuk mebahas soal Iran, mendapat penolakan dari Presiden AS Donald Trump, Sabtu kemarin. Trump memastikan jika dirinya tak akan berpartisipasi.

Trump menegaskan jika dirinya bermaksud pindah minggu depan untuk memicu 'snapback' sanksi terhadap Iran di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), selama konferensi pers di klub golf Bedminster, New Jersey.

"Kami akan melakukan snapback. Anda akan menontonnya minggu depan," kata Trump kepada wartawan seperti dilansir reuters, Minggu (16/8/2020).

Baca juga : Ledakan Besar Porak-porandakan Pemukiman Warga di Baltimore AS, 1 Tewas, 7 Luka-luka

Dalam hal ini, Amerika Serikat mengancam akan memicu pengembalian semua sanksi PBB terharap Iran menggunakan ketentuan dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang dikenal sebagai 'snapback', meskipun Trump membatalkan kesepakatan itu di 2018. Para diplomat menyebut AS bakal menghadapi pertarungan sulit dalam gerakan seperti itu.

Setelah Presiden Putin mengusulkan pertemuan puncak para pemimpin dunia guna menghidari "konfrontasi" atas ancaman "snapback" Amerika, dengan begitu AS kehilangan tawaran untuk memperpankang embargo senjata PBB.

"Mungkin tidak," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan berpartisipasi dalam KTT yang didukung Putin.

Sementara itu, pada pemungutan suara Dewan Keamanan, Rusia, dan China, menentang adanya perpanjangan larangan senjata yang berakhir pada Oktober. Terdapat sebelas anggota abstain, termasuk Prancis, Jerman dan Inggris. Sementara AS dan Republik Dominika adalah satu-satunya yang memberikan suara ya.

Terkait hal itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Amerika Serikat pada hari Sabtu menderita kekalahan yang memalukan di Dewan Keamanan. "Saya tidak ingat Amerika Serikat mempersiapkan resolusi selama berbulan-bulan untuk menyerang Republik Islam Iran, dan itu hanya mendapatkan satu suara," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Tapi sukses besar adalah bahwa Amerika Serikat dikalahkan dalam konspirasi ini dengan penghinaan," sambungnya.

"Ini adalah kesalahan serius, kami menyesalinya," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Sabtu tentang pemungutan suara Dewan Keamanan dalam konferensi pers selama kunjungan ke Polandia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menyebut keputusan Dewan Keamanan untuk tidak memperpanjang embargo senjata di Iran akan menyebabkan ketidakstabilan Timur Tengah lebih lanjut.

"Rezim ekstremis di Iran tidak hanya mendanai terorisme: ia juga berperan aktif dalam terorisme melalui cabang-cabangnya di seluruh dunia dan menggunakannya sebagai alat politik. Perilaku ini membahayakan stabilitas regional dan internasional, "kata Ashkenazi dalam sebuah pernyataan, Sabtu

TAG TERKAIT :
Donald trump PBB Rusia Amerika Serikat Vlademir Putin Embargo Senjata PBB Snapback

Berita Lainnya