Kriminal

Polda Jatim Ungkap Motif Mami Sanny Tawarkan LC Layani Prostitusi di Surabaya

Baharuddin Kamal - 20/08/2020 15:10
Ilustrasi.
FOKUS : Prostitusi

Beritacenter.COM - Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap motif Mami Christiani atau Sanny yang nekat menawarkan LC atau pemandu lagu di Arjuna Pub & Karaoke, untuk melayani prostitusi. Menurutnya Mami Sanny mendapatkan keuntungan dari bisnis esek-esek tersebut.

"Motifnya jelas mengambil keuntungan sebagaimana pandemi COVID-19, dia menawarkan dan menerima keuntungan dari hal tersebut," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (20/8/2020).

Dari penjelaskan tersangka, bisnis esek-esek tersebut telah berjalan selama 6 bulan. Sanny yang merupakan seorang waiters di tempat karaoke tersebut ternyata memilik pekerjaan lain yaitu sebagai mami dan memiliki dua anak buah.

Tak hanya itu, Mami Sanny juga memilih menjajakan anak buahnya di Kota Surabaya karena merupakan kota besar. "Pertama, Kota Surabaya adalah kota yang dinamikanya berkembang secara ekonomi, maupun secara pembangunan. Namun tidak pada sisi ini kami harapkan," ungkap Truno.

Di kesempatan yang sama, Truno menyayangkan adanya praktik prostitusi di tengah pandemi. Selain melanggar UU, praktik ini juga dikhawatirkan bisa menjadi klaster baru penularan COVID-19.

"Kedua masa pandemi, tentu seharusnya berpikir adanya penyebaran COVID-19, maka diharapkan semua menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dan disiplin terhadap protokol kesehatan," lanjut Truno.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu buah pakaian dalam wanita, satu buah pakaian dalam pria, satu buah alat kontrasepsi atau kondom bekas pakai, satu buah sprei warna putih dan bukti pembayaran salah satu hotel, satu kondom belum terpakai, dua buah HP, uang tunai Rp 1,4 juta dan Rp 4,5 juta.

"Dalam hal ini penyidik masih terus melakukan serangkaian penyidikan, di mana saat ini penerapan pasal patut diduga, atau dugaan satu tindak pidana Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun," pungkas Truno.

TAG TERKAIT :
POLISI Berita Kriminal Indonesia Prostitusi Berita Center Tempat Karaoke Digerebek Polisi

Berita Lainnya