Kriminal

Polisi Tangkap Dua Penipu yang Miliki Senpi Ilegal di Malang

Baharuddin Kamal - 25/08/2020 17:02
Ilustrasi.
FOKUS : Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan dua pemuda yang kedapatan memiliki senjata api (Senpi) ilegal di daerah Rampal, Kota Malang. Kedua pelaku diketahui bernama FPR (29) warga Jalan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat, Kota Palembang dan RAM (38) warga Jalan Kluweh, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota Kombes Leonardus Simarmata mengatakan, penangkapan kedua pelaku tersebut bermula dari laporan warga Kota Malang, Jawa Timur, yang mengaku ditipu oleh tersangka.

"Ada warga Malang yang melaporkan menjadi korban penipuan seseorang, kami sarankan untuk buat pengaduan. Tapi ternyata dapat info pelaku ini akan bertemu korban dan menginfokan membawa senjata api sehingga meminta bantuan Polresta," ujar Leonardus Simarmata saat rilis di Mapolresta Malang Kota, Selasa siang (25/8/2020).

Kemudian, lanjut Leonardus, pihaknya beserta korban melakukan pertemuan dengan pelaku disebuah cafe yang ada di Kota Malang. Dari pertemuan itu, polisi mengamankan tersangka FPR yang ternyata membawa satu unit senjata api rakitan.

"Jadi, senjata api asli lalu kita kembangkan dengan menggeledah kediamannya di Malang di Jalan Merdeka, Desa Pakisjajar, Pakis, terdapat senjata api, amunisi, senjata tajam, hingga pakaian TNI-Polri," tutur mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Dari FPR, polisi mengamankan senjata api jenis pistol MP kaliber 9 milimeter satu unit, satu unit pistol revolver 22 LR, beserta 6 butir peluru 9 milimeter, 39 butir peluru amunisi. Kemudian, rompi anti peluru, pisau, martil atau palu, empat unit keris, hingga 291 unit ramset.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka RAM yang diketahui berprofesi sebagai penjual asesoris militer.

"Dari RAM ini ada satu senjata pistol mini jenis rhonner sportsportwaffen, lalu dua lagi ada jenis airgun walter, beberapa amunisi peluru, dan senjata tajam berupa keris, golok, pisau, dan lainnya," terangnya.

Dari pengakuan kedua pelaku itu, FPR mempunyai koleksi senjata api sebagai koleksi dan jaga diri. Sementara RAM memang pekerjaannya merakit senjata airgun menjadi senjata api dan diperjualbelikan untuk mencari keuntungan.

"RAM ini mencari keuntungan dari penjualan senjata. Memang pekerjaannya utak atik senjata dari airgun menjadi senjata api. Jadi semua senjata api bisa dioperasikan dengan baik," ucapnya.

Akibat perbuatan tersebut keduanya diancam dengan Undang - Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 1 Ayat (1) dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

TAG TERKAIT :
POLISI Penipuan Berita Kriminal Indonesia Berita Center Kasus penipuan Senjata Api Ilegal

Berita Lainnya