News

Mendagri Persilahkan Masyarakat 'Bully' Calon Kepala Daerah yang Buat Kerumunan Massa

Kalau ada calon kepala daerah yang masih buat keramaian, kerumunan, bully saja. Gimana mau jadi pemimpin kalau tidak bisa atur pendukungnya. Bagaimana mau kendalikan COVID kalau sudah terpilih nanti

Aisyah Isyana - 26/08/2020 09:35

Beritacenter.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpesan agar seluruh calon kepala daerah tidak menciptakan kerumunan massa saat berkampanye jelang Pilkada 2020 nanti. Tito bahkan mempersilahkan masyarkat untuk mem-bully calon kepala daerah yang kedapatan membuat kerumunan massa ditengah Pandemi COVID-19.

"Kalau ada calon kepala daerah yang masih buat keramaian, kerumunan, bully saja. Gimana mau jadi pemimpin kalau tidak bisa atur pendukungnya. Bagaimana mau kendalikan COVID kalau sudah terpilih nanti," kata Tito seusai rakor kesiapan Pilkada Serentak 2020 dan pengarahan kepada Satgas COVID-19 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (26/8/2020) dini hari.

Baca juga : Mendagri Dukung Penggunaan Jasa EO Virtual Saat Kampanye di Tengah Pandemi

Tito menilai, hal itu dapat menjadi sanksi sosial bagi para calon kepala daerah yang bandel menciptakan kerumunan saat kampanye. Pada proses Pilkada nanti, Tito berharap para calon kepala daerah dapat memberikan gagasan pengendalian Corona saat kampanye.

"Pilkada serentak ini harus jadi momentum perlawanan terhadap pandemi virus Corona, para kandidat atau pasangan calon harus berlomba-lomba memberikan gagasan pengendalian COVID dan mengatasi dampak sosial ekonomi yang timbul," katanya.

Untuk itu, Tito sangat berharap agar seluruh tahapan pilkada dapat berlangsung lancar, tanpa ada kanidat yang berkampanye atau rapat terbuka yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Menurutnya, para kandidat harus dapat mengarahkan timses dan pendukungnya untuk mengedukasi masyakarakat terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Tito memastikan akan memberikan saksi tegas kepada calon kepala daerah yang melanggar dan menciptakan kerumunan saat berkampanye. Kendati begitu, dia tak merinci jelas sanksi apa yang akan diberikan ke calon kepala derah yang melanggar.

"Cakada (calon kepala daerah) yang tidak dapat menertibkan pendukungnya harus diberi sanksi tegas sesuai koridor hukum yang berlaku," tegasnya.

TAG TERKAIT :
Tito Karnavian Mendagri Kampanye Pilkada 2020 Pandemi COVID-19 Protokol Kesehatan Covid-19

Berita Lainnya