Nasional

Dianggap Kebanyakan Pencegahan daripada Penindakan Korupsi, Ini Penjelasan KPK...

Baharuddin Kamal - 26/08/2020 19:53
Gedung KPK.
FOKUS : KPK

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyebut korupsi seperti penyakit pandemi. Hal ini disampaikan Ghufron menanggapi adanya anggapan KPK saat ini lebih mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan korupsi.

"Korupsi itu bukan penyakit perorangan tetapi penyakit sistemik. Apa maknanya? Kalau di sini terjadi, di tempat lain terjadi di tempat lain lagi terjadi berarti penyakitnya itu penyakit pandemi," kata Ghufron dalam konferensi pers kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang disiarkan melalui kanal YouTube KPK, Rabu (26/8/2020).

Menurut Ghufron, memberantas tindak pidana korupsi tidak cukup dengan hanya mengisolasi orang yang sudah terjangkit virus korupsi. Tidak menutup kemungkinan, virus tersebut telah menyebar dan menjangkit ke orang lainnya.

"Kalau pandemik tidak bisa hanya kemudian disuntik satu orang, satu orang ditangkap, satu orang dipenjarakan. Sementara kemudian di tempat lain, muncul lagi, muncul lagi. Oleh karena itu, kami memahami korupsi sebagai pandemik karenanya yang sudah jadi virus harus diisolasi ke pidana ke penjara tapi yang masih sehat maka kemudian dipakaikan masker, ada distancing sosial maupun fisik itu dalam rangka pencegahan yang masih sehat jaga supaya tercegah dari tertular korupsi," ujarnya.

"Yang sudah korupsi kami tangkap kami proses, maka kemudian kalau kemudian sudah dianggap bersalah pasti diisolasi, dipenjarakan baik denda maupun pidana penjara," lanjutnya.

Untuk itu, Ghufron menegaskan, pencegahan yang dilakukan KPK, bukan berarti menafikan penindakan. Ditegaskannya, pencegahan merupakan upaya menghindarkan terjadinya korupsi.

Namun, jika korupsi telah terjadi, KPK tak segan untuk menangkap pelaku dan mengisolasinya dengan menjebloskan ke penjara.

"Kepada pelaku berarti bukan pencegahan lagi dia sudah tertular, sudah reaktif, maka kalau nggak bisa dicegah lagi, diambil oleh penindakan diproses kemudian dipenjara, diisolasi. Itu proses penindakan. Kalau yang belum baru pencegahan," tutur Ghufron.

TAG TERKAIT :
KPK Berita Center Kasus Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Berita Lainnya