Internasional

Pelaku Penembakan Brutal 'Pembantai' 51 Muslim di Masjid Selandia Baru Dihukum Penjara Seumur Hidup

Aisyah Isyana - 27/08/2020 14:15

Beritacenter.COM - Pelaku pembantai 51 muslim di 2 masjid di Selandia Baru, Brenton Harrison Tarrant, divonis hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Hukuman itu dijatuhi hakim lantaran menyebut kejahatan Tarrant bahkan tak bisa ditebus dengan penjara seumur hidup.

Hukuman maksimum penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat itu dijatuhi ke pria penganut supremasi kulit putih asal Australia itu. Hukuman penjara seumur hidup itu merupakan yang pertama kali diterapkan di Selandia Baru, seperti dilansir Associated Press (AP), Kamis (27/8/2020).

Baca juga : Seoul Kembali Hadapi Lonjakan Kasus Corona, Korsel Wajibkan Penggunaan Masker

Dalam hal ini, Hakim Cameron menilai jika kejahatan Tarrant sangat keji dan tak manusiawi, sehingga hukuman seumur hidup pun tak bisa menebusnya. Dia menilai jika Tarrant telah menyebabkan luka yang sangat besar dari ideologi yang menyesatkan.

"Tindakan Anda tidak manusiawi," kata Mander. "Anda sengaja membunuh bayi berusia 3 tahun saat dia menempel di kaki ayahnya," imbuh hakim.

Untuk diketahui, Selandia Baru sempat dihebohkan dengan serangan yang menargetkan orang-orang di masjid Al Noor dan Linwood pada Maret 2019 lalu. Aksi penembakan brutal itu juga mendorong undang-undang baru yang melarang jenis senjata semi-automatis paling mematikan. Insiden ini juga mendorong perbuhan global terkait protokol di media sosial, setelah aksi kejam pria bersenjata itu disiarkan lewat Facebook.

Pihak keluarga serta 90 orang yang selamat dari insiden itu, sempat menceritakan kengerian serangan yang menjadi trauma bagi para korban, selama persidangan vonis terhadap Brenton Harrison Tarrant, yang digelar selama empat hari.

Sejumlah orang tampak meneriaki pria kejam tak manusiawi itu, sembari mengacungi jari tengah serta memanggilanya dengan sebutan monster, pengecut, bahkan tikus. Beberapa orang lainnya menyanyikan ayat-ayat Alquran dan ada pula yang berbicara lembut ke Tarrant dan mengaku telah memaafkannya atas insiden itu.

Sebelumnya, Tarrant sendiri telah memecat pengacaranya dan memberi tahu hakim jika dirinya tak ingin berbicara di persidangan. Pengacara siaga yang ditunjuk oleh pengadilan mengatakan kepada hakim jika Tarrant tidak menolak hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

TAG TERKAIT :
Penembakan Selandia Baru New Zealand Brenton Harrison Tarrant Penembakan di 2 Masjid Selandia Baru

Berita Lainnya