Internasional

Kartunis Yordania Ditangkap Karena Posting Kartun yang Dinilai Hina Kesepakatan Israel-UAE

Aisyah Isyana - 28/08/2020 11:30

Beritacenter.COM - Kartunis Yordania, Emad Hajjaj, ditangkap atas tudingan berupaya merusak hubungan Yordania dengan 'negara sahabat', Kamis (27/8) waktu setempat. Kartunis terkemuka itu ditangkap setelah menerbitkan kartunyang mengkritisi kesepakatan damai Israel-Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam kasus ini, jaksa penuntut umum Amman disebut merujuk Hajjaj ke pengadilan keamanan negara, sebuah pengadilan militer, atas kartun yang dinilai telah menyinggung Uni Emirat Arab, seperti dilansir AFP, Jumat (28/8/2020)

"Jaksa menuntut Hajjaj karena melakukan tindakan dan menerbitkan materi yang bertujuan merusak hubungan dengan negara sahabat dan merujuknya ke pengadilan keamanan negara," kata sumber itu.

Baca juga : PM Selandia Baru Apresiasi Humuman Seumur Hidup ke Penembak Brutal 51 Muslim

Sebelumnya, Hajjaj diketahui mempublikasi kartun itu dihalaman Facebooknya pada Rabu (26/8) waktu setempat. Selang beberapa jam kemudian dia langsung diamankan dan dibawa untuk diintrogasi terkait kartun yang dibuatnya.

Keesokan harinya, Kamis (27/8), jaksa penuntut umum memutuskan untuk menahan Hajjaj selama 14 hari kedepan sembari menunggu proses penyelidikan. Dia terancam hukuman lima tahun penjara jika terbukti bersalah.

Hajjaj harus berhadapan dengan hukum setelah membuat kartunyang berjudul "Israel meminta Amerika untuk tidak menjual pesawat F-35 ke Emirat". Kartun itu menampakkan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al-Nahyan yang tengah memegang burung merpati dengan bendera Israel dibadannya. Burung itu meludahi wajah pejabat tinggi UAE yang juga dikenal sebagai 'MBZ'.

"Ludah-35" terlihat ditulis dalam bahasa Arab di ludah yang menutupi pipi pemimpin UEA.

Dalam hal ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah laporan bahwa kesepakatan UAE bergantung pada penjualan jet tempur siluman F-35 AS ke Uni Emirat Arab, dengan mengatakan dia menentang langkah yang dapat mengurangi keunggulan strategis Israel di wilayah itu.

Untuk diketahui, Hajjaj merupakan kartunis berusia 52 tahun yang terkenal di Yordania dan wilayah Arab. Karya-karya Hajjaj tak hanya diterbitkan dibeberapa surat kabar Yordania, namun juga di surat kabar Arab di luar negeri. Kartun yang dibutnya biasanya berfokus pada masalah politik, ekonomi dan sosial.

Hajjaj juga sempat terkena masalah hukum terkait kartun yang diterbitkannya pada 2017 lalu, dimana dia dituding telah menyinggung Gereja Ortodoks Yunani. Hajjaj juga dipecat dari surat kabar terkemuka, Al-Rai, di Yordania karena gambar kontroversinya pada 2000 lalu.

Berita Lainnya