News

Sudah Ditahan, KSAD Pastikan Oknum TNI AD yang Terlibat Penyerangan Polsek Ciracas Dipecat

Sejauh ini dari hasil pemeriksaan, semua yang diperiksa ini sudah memenuhi pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer untuk diberikan hukuman tambahan berupa pemecatan dari dinas militer

Aisyah Isyana - 30/08/2020 14:35

Beritacenter.COM - Menyikapi terjadinya aksi penyerangan di Mapolsek Ciracas, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa memastikan akan menindak tegas anggotanya yang terlibat. Selain hukum pidanan, anggota yang terlibat penyerangan itu juga akan dipecat dari TNI.

"Sejauh ini dari hasil pemeriksaan, semua yang diperiksa ini sudah memenuhi pasal Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer untuk diberikan hukuman tambahan berupa pemecatan dari dinas militer," kata Jenderal Andika dalam jumpa pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2020).

Baca juga :

Sejauh ini, sudah ada 12 prajurit TNI AD yang diduga terlibat perusakan Polsek Ciracas diamankan Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta Selatan. Sementara 19 prajurit lagi rencananya akan segera dipanggil.

"Selain pasal pidana yang dilanggar masing-masing, akan beda satu dengan lainnya, kita akan memberikan hukuman tambahan kepada semuanya yaitu pemecatan," tegas Andika.

Sementara soal sanksi pemecatan, Jenderal Andika menyebut TNI AD tak masalah kehilangan prajurit yang telah melanggar sumpah. Dia memastikan akan menindak tegas para pelaku yang telah merusak nama TNI.

"Lebih baik kita kehilangan 31 atau berapapun prajurit yang terlibat, apapun perannya. Daripada nama TNI AD akan terus rusak oleh tingkah laku tidak bertanggung jawab yang sama sekali tidak mencerminkan sumpah prajurit yang mereka ucapkan, janjikan saat menjadi anggota TNI AD," ucap Andika.

Lebih lanjut Andika menyebut 12 anggota TNI yang diduga terlibat perusakan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur telah ditahan di Pomdam Jaya. Dia menyebut pelaku lainnya yang dipanggil juga akan ditahan, namun nantinya tak hanya ditempatkan di Pomdam Jaya Guntur.

"Jadi 12 orang ini ditahan di Polisi Militer Kodam Jaya Pomdam Jaya di Guntur," jelasnya.

"Semua yang kita panggil hari ini pun akan langsung kita tahan dan mereka akan kita tempatkan sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak hanya di Pomdam Jaya saja. Kita punya beberapa tempat, ada pusat militer angkatan darat di sini di dekat Gambir, ada lagi di beberapa tempat lagi. Kami akan tempatkan sesuai dengan kebutuhan," tuturnya.

Untuk diketahui, aksi penyerangan yang terjadi di Polsek Ciracas pada Sabtu (29/8) dini hari, belakangan diduga dilakukan oleh oknum TNI. Kejadian bermula saat Prada MI yang mengalami kecelakaan tunggal, mengaku dikeroyok hingga berujung aksi perusakan.

Aksi perusakan itu berujung pada pemeriksaan terhadap 12 prajurit TNI AD yang diduga terlibat. Tak hanya itu, ada sebanyak 19 prajurit lainnya yang juga dipanggil.

"Kami menangani sejak detik-detik pertama dan sejauh ini yang sudah diperiksa, sudah diperiksa di POM Kodam Jaya ada 12 orang dan 12 orang ini adalah prajurit AD," kata Andika.

"Tetapi ada 19 orang lagi yang sudah ada indikasi dan saat ini proses pemanggilan. Total 31 dan pemeriksaan ini akan berlangsung dan dipenuhi kebutuhan administrasi sehingga mereka tak bisa komunikasi dengan orang di luar," lanjutnya.

TAG TERKAIT :
TNI AD KSAD Pangdam Jaya Guntur Andika Prakasa Oknum TNI Perusak Polsek Ciracas

Berita Lainnya