Kriminal

Kerugian Hingga Rp1,5 M, 130 Warga Cianjur Tertipu Pengembang Rumah Subsidi Bodong

Aisyah Isyana - 30/08/2020 16:36

Beritacenter.COM - Ratusan warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi korban penipuan perumahan subsidi bodong. Korban mencapai sebanyak 130 orang dengan nilai kerugian ditaksir lebih dari Rp1,5 miliar.

Kasus dugaan penipuan perumahan subsidi ini bermula saat para korban ditawari rumah subsidi oleh salah satu pengembang di kawasan Kecamatan Pacet, 2018 lalu. Untuk mengikuti program rumah subsidi itu, para korban menyerahkan uang Rp8 juta, dengan rincian uang muka Rp6,5 juta, booking fee Rp1 juta, dan biaya administrasi Rp500 ribu.

Baca juga : Kecelakaan Bukan Dikeroyok, Polisi : Prada MI Jatuh Karena Tak Konsentrasi saat Menyalip

Sayangnya, rumah bersubsidi dengan cicilan Rp900 ribu-1 Juta perbulan yang dijanjika ke para korban tok kunjung direalisasikan. Pengembang disebut selalu memberi alasan atas mangkraknya proyek perumahan bernama Bhayangkara Vilage itu.

"Kami dijanjikan 2018 itu sudah mulai dibangun dan segera jadi. Tetapi ada saja alasan, mulai dari kendala cuaca, Pileg dan Pilpres, hingga terakhir karena adanya pandemi COVID-19 yang katanya membuat uang tidak turun. Padahal kami sudah bayar uang muka sampai administrasi," ucap Marlina Harahap (35), salah seorang korban, Minggu (30/8/2020).

Marlina dan para korban lainnya yang curiga karena rumah tak kunjung dibangun, langsung melakukan pengecekan ke lokasi perumahan. Disana, dia mendapati baliho bertulis jika lahan itu milik pribadi dan tidak diperkenankan mendirikan bangunan tanpa seizin pemilik.

"Dari situ kami semakin curiga jika perumahan ini bodong. Makanya kami segera melapor ke polisi 2 Juli 2020," paparnya.

Para korban berharap polisi dapat segera menangkap dan memproses hukum para pelaku. Mereka juga menuntu kerugian 130 korban dengan nilai lebih dari Rp1,5 miliar dapat segera dikembalikan.

"Kami berharap uang bisa kembali dan pelaku yang sudah merugikan banyak pihak diproses hukum," tuturnya.

Adi Permana (26), yang juga korban dalam kasus ini berharapar para pelaku dapat segera diproses hukum. Terlebih, dia menyebut sudah bersusah paya mencari uang dan membobol simapannya untuk melunasi uang muka serta biaya adiministrasi untuk rumah subsidi itu.

"Pihak pengembang selalu meminta agar segera dilunasi karena bilang unit sudah hampir habis dan harga berubah jika dibayar tahun berikutnya. Uang sudah lunas, tapi kenyataannya malah begini," tegasnya.

Menanggapi kasus itu, Kanit Reskrim Iptu Badru Salam menyebut pihaknya sudah mengamankan dua pelaku terkait kasus penipuan rumah subsidi bodong. Sementara pelaku lainnya masih dalam perburuan.

"Kami sudah tindaklanjuti, dua orang sudah diamankan. Tapi ada pelaku lainnya yang kami sedang cari keberadaannya. Kami segera ungkap kasus perumahan subsidi bodong ini dan lakukan penyelidikan lebih lanjut," ucap dia saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

TAG TERKAIT :
Penipuan Cianjur Berita Kriminal Indonesia Penipuan rumah subsidi bodong Perumahan subsidi

Berita Lainnya