Teknologi

Pelanggaran Hak Cipta, Facebook Gugat Pejual Jasa Like dan Follower Instagram

Aisyah Isyana - 31/08/2020 11:51

Beritacenter.COM - Raksasa teknologi Facebook melemparkan gugatan hukum ke sejumlah pihak di Amerika Serikat dan Inggris, atas tudingan melanggar hukum dengan menjual Like hingga follower palsu di Instagram.

Adalah Nikolay Holper, pelaku utama yang disebut mengoperasikan layanan pembelian Like di beberapa website. Para pengguna media sosial yang ingin mendapat banyak Like, dapat menggunakan jasanya. Sejatinya, hal itu umum dilakukan sejumlah pihak.

Baca juga : 

"Dia menggunakan website berbeda untuk menjual layanan engagement palsu ke user Instagram. Kami sebelumnya menghapus akun yang berhubungan dengan Holper dan layanannya, memperingatkannya secara formal," sebut Facebook.

Holper diketahui beroperasi dengan menggunakan website Instagram.by dan Nakrutka.cc. Disitu, para pengguna Instagram tak hanya dapat membeli Like, namun juga dapat membeli follower, komentar, serta jumlah views, seperti dilansir Independent.

Dalam menjalankan bisnis itu, Holper mematok tarif rata-rata 17 poundsterling per-transaksi atau sekira Rp330 ribu. Pada prosesnya, Holper dapat memberikan layanan itu dengan cepat, seperti memberikan banyak Like hanya dalam hitungan menit.

Dalam kasus ini, Facebook bahkan membeberkna bukti seorang user yang memposting foto kambing dan mendapat 10 ribu Like hanya dalam hitungan menit. Padahal, user itu bahkan tak memiliki satupun follower.

"Meskipun akun tersebut sama sekali tidak ada followernya dan fotonya juga tidak ada komentar, ada antara 3.000 sampai 10 ribu Like yang datang dalam hitungan menit," cetus Facebook.

Dalam kasus ini, Facebook dalam gugatannya menuntut agar hakim dapat menghentikan praktik website-website itu sekaligus memberikan ganti rugi atas pelanggaran hak cipta dari Instagram.

TAG TERKAIT :
Facebook Media Sosial Instagram Jual Follower Pelanggaran Hak Cipta

Berita Lainnya