Internasional

Prancis Kutuk Keras Penggunaan Racun Saraf 'Navichok' ke Pengkritik Presiden Putin

Aisyah Isyana - 03/09/2020 07:35

Beritacenter.COM - Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian, angkat bicara soal Alexei Navalny, kritikus paling keras Presiden Rusia Vladimir Putin, yang diduga diracun menggunakan racun saraf yang populer digunakan diera Soviet, Novichok.

Le Drian mengecam keras penggunaan racun Novicok yang membuat Navalny seketika jatuh sakit dalam penerbangan kembali ke Moskow dari Siberia pada 20 Agustus. Navaly sempat dibawa ke rumah sakit di Kota Omsk di Siberia, usai pesawat melakukan pendaratan darurat.

Baca juga : Turki Kecam Penodaan Al Quran di Norwegia Dan Desak Eropa Respon Serius

 

Namun, pihak keluarga yang curiga jika Navalny diracun, kemudian memindahkan perawatan politisi dan aktivis antikorupsi itu ke rumah sakit Charite Berlin.Pada minggu lalu, dokter mengatakan ada indikasi bahwa dia telah diracuni.

Dalam hal ini, Le Drian menyebut kejadian itu sebagai suatu hal yang mengejutkan dan perbuatan yang tak bertanggung jawab, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/9/2020).

"Saya ingin mengutuk sekuat mungkin penggunaan agen semacam itu yang mengejutkan dan tidak bertanggung jawab," kata Le Drian dalam sebuah pernyataan.

Wakil Menteri Luar Negeri Polandia, Marcin Przydacz, sebelumnya sempat mengungkapkan situasi mengkhawatirkan dari politisi oposisi Rusia, Alexei Navalny. Terkait hal itu, dia mendesak untuk perlu dilakukannya penyelidikan internasional dalam insiden itu.

"Posisi Polandia jelas. Kami percaya bahwa penjelasan tentang kasus dan hukuman bagi yang bersalah diperlukan. Kami menyerukan penyelidikan internasional," kata Przydacz.

Sebagaiamana diketahui, sosok Alexei Navalny sejak lama memang dikenal dengan pengkritk Kremlin dan Putin. Navalny bahkan mengekspose apa yang disebutnya sebagai tindakan korupsi level tinggi dan mampu menggerakkan kaum anak muda di Rusia untuk berunjuk rasa menentang pemerintah. Tindakan itu membuat Navalny sempat berulang kali ditahan, digugat secaa hukum dan dilarang berpartisipasi dalam Pilpres 2018 lalu.

TAG TERKAIT :
Rusia Vlademir Putin Racun Novichok Racun Gaya Soviet Alexei Navalny Oposisi Rusia

Berita Lainnya