News

Soroti Sanksi Masker Masuk Peti Mati di Jaktim, PDIP: Pemprov Minim Gagasan, Bahaya Kalau Ada yang Positif!

Saya khawatir peti mati menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Kalau saya bilang pemprov minim gagasan, menekan penyebaran COVID-19,

Aisyah Isyana - 04/09/2020 09:55

Beritacenter.COM - Viral di media sosial, postingan yang menampakkan pelanggar protokol COVID-19 yang tak menggunakan masker di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, diberi sanksi masuk ke replika peti mati. Hal itu dilakukan guna menumbuhkan kesadaran masyarkat.

Meski begitu, PDIP DKI Jakarta mengaku tak sepakat dengan sanksi masuk peti mati bagi warga yang tak bermasker. PDIP menilai, ketimbang memberi efek jera, hukuman itu malah dinilai sangat berbahaya.

Baca juga : 

"Itu hukuman yang tidak membuat efek jera. Tapi justru efeknya sangat berbahaya," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Menurutnya, bahaya yang dimaksud disini dikhawatirkan jika hukuman itu malah menjadi sarana penularan Corona. Gembong mengatakan, jika ada warga pelanggar tak bermasker dimasukkan ke peti itu ternyata positif Corona, akan berbahaya bagi warga pelanggar lainnya.

"Coba kalau yang masuk peti mati itu ternyata positif. Kemudian dimasukkan pelanggar berikutnya, ini kan bahaya," ucapnya.

Gembong mengaku khawatir jika sanks peti mati ini malah memunculkan klaster baru Corona. Dia menilai, Pemprov DKI minim gagasan dalam menekan penyebaran COVID-19.

"Saya khawatir peti mati menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Kalau saya bilang pemprov minim gagasan, menekan penyebaran COVID-19," imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar video di media sosial yang menampakkan warga pelanggar protokol COVID-19 tak bermasker di Jakarta Timur, diberi sanksi masuk peti mati. Postingan ini mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Satpol PP Jaktim juga memberi penjelasan soal sanksi peti mati tersebut.

Kasatpol PP Jaktim Budhy Novian mengaku mengetahui adanya hukuman itu dari sebuah video yang diterimanya. Setelah mendapat laporan itu, dia langsung mengecek anggotanya yang bertugas di Pasar Rebo, Jaktim.

"Jadi, saya coba crosscheck ke petugas, kemarin itu saya dapat kiriman juga (video), 'waduh apaan ini'. Jadi pada waktu itu memang Camat Pasar Rebo dan perangkatnya lagi giat-giatnya sosialisasi bawa peti mati, harapannya ada kesadaran buat masyarakat pada saat kegiatan operasi masker di perempatan gentong RT 11 RW 11," ujar Budhy saat dihubungi, Kamis (3/9).

TAG TERKAIT :
Pemprov DKI Jakarta Media Sosial PDIP Pandemi COVID-19 Sanksi Masuk Peti Mati Pelanggar Protokol COVID-19

Berita Lainnya