Internasional

Disebut "Mesin ATM", Arab Saudi Hentikan Diplomasi Uang

Anas Baidowi - 04/09/2020 17:00
Ilustrasi Arab Saudi Sebagai Negara Adidaya

Beritacenter.COM - Pemerintah Arab Saudi menyatakan akan menghentikan aliran dana bantuan untuk sekutu dan lawan dari musuhnya (diplomasi uang). Hal ini dikabarkan Times of dan sejumlah media lokal berbahasa Arab.

Diplomasi uang dilakukan Arab saudi untuk memposisikan Arab Saudi sebagai negara adidaya di Dunia.

Namun, Hal tersebut akan terhenti karena anjloknya harga minyak mentah akibat dari pendemi Covid-19. Selain itu, ancaman supremasi oleh Iran, Turki dan Qatar juga menambah beban Arab Saudi.

"Negara (Saudi) ingin menghentikan persepsi umum sebagai 'mesin ATM'," kata Pakar Timur Tengah, Yasmine Farouk, dari lembaga pemikir Carnegie Endowment for International Peace.

Yasmien mengatakan, selama beberapa waktu terakhir, negara-negara asal timur tengah seperti Yordania, Lebanon, Mesir, Palestina atau Pakistan menjadi negara penerima bantuan dari Arab saudi.

Namun, karena beberapa hal membuat Saudi kecewa. Di Lebanon misalnya, Saudi telah mengucurkan miliar dolar AS untuk pembiayaan pembangunan kembali Lebanon pasca perang saudara beberapa waktu lalu. Namun Lebanon tak menunjukkan timbal balik yang akhirnya membuat Saudi kecewa. Sebab pemerintah Beirut gagal meredam pengaruh Hizbullah yang dibantu Iran.

"Arab Saudi tidak akan terus membayar tagihan-tagihan milik Hizbullah, dan warga Lebanon harus mengemban tanggung jawab terhadap negerinya sendiri," tulis kolumnis tersohor Arab Saudi, Khalid al-Sulaiman.

"Tidak lagi mungkin bagi Arab Saudi untuk terus mengirimkan miliaran dollar ke Lebanon di pagi hari dan menerima hinaan di malam hari ... Situasinya tidak lagi cocok dengan kebijakan luar negeri baru Arab Saudi. Uang Saudi tidak jatuh dari langit, atau tumbuh di padang pasir," sambungnya.

Kekecewaan yang sama juga dirasakan Saudi terhadap Pakistan. Pasalnya, Islamabad mendesak Saudi untuk ikut terlibat dalam isu perebutan wilayah Kashmir dengan India. Bahkan, Pakistan juga mengancam bakal membawa isu ini ke forum negara-negara Muslim.

Ancaman tersebut mendapat tanggapan serius oleh Saudi, sehingga pihaknya mengurangi plafon pinjaman untuk Pakistan yang awalnya sebesar tiga menjadi dua miliar dolar AS saja.

"Fasilitas kredit minyak bernilai miliaran untuk Islamabad juga tidak diperpanjang," ucap seorang sumber di lingkaran diplomat kepada kantor berita AFP.

Harga minyak yang anjlok memang menjadi ancaman serius bagi industri minyak di Arab Saudi. Beberapa perusahaan raksasa milik negara, Saudi Aramco juga dikabarkan akan menjual sejumlah asetnya. Bahkan negara itu pun mulai menarik pajak ke masyarakatnya.

 

TAG TERKAIT :
Berita Center Berita Internasional Arab Saudi Saudi Aramco Saudi Aramco Jual Aset Diplomasi Uang

Berita Lainnya