Internasional

Ketimbang Rusia soal Klaim Alexei Navalny Diracun, Trump: China Jauh Lebih Buruk!

Sangat menarik bahwa setiap orang selalu menyebut Rusia dan saya tidak keberatan Anda menyebut Rusia. Tapi saya pikir mungkin China pada saat ini adalah negara yang harus Anda bicarakan lebih banyak dari pada Rusia, karena hal-hal yang dilakukan China jauh lebih buruk

Aisyah Isyana - 06/09/2020 20:35

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku belum mendapat bukti, soal kritikus Kremlin, Alexei Navalny, diracun. Ketimbang soal kasus Navalny yang diklaim diracun Rusia, Trump meminta publik lebih menyoroti China.

"Saya tidak tahu persis apa yang terjadi. Saya pikir ini tragis, mengerikan, seharusnya tidak terjadi. Kami belum punya bukti, tapi saya akan lihat," ujar Trump dilansis The National.

Aktivis anti-korupsi Navalny diketahui jatuh sakit dalam penerbangan ke Moskow. Sempat mendapat perawatan di Serbia, Navalnya langsung dipindahkan dan dirawat di rumah sakit di Jerman. Jerman mendapati kemungkinan jika Navalny telah diracun menggunakan Novichok.

Baca juga : Prancis Kutuk Keras Penggunaan Racun Saraf 'Navichok' ke Pengkritik Presiden Putin

Dalam hal ini, Trump menolak dugaan kejahatan Rusia, soal klaim penggunaan Novichok dalam kasus Navalny. Trump justru meminta publik untuk lebih menyoroti China, yang disebutnya jauh lebih buruk.

"Sangat menarik bahwa setiap orang selalu menyebut Rusia dan saya tidak keberatan Anda menyebut Rusia. Tapi saya pikir mungkin China pada saat ini adalah negara yang harus Anda bicarakan lebih banyak dari pada Rusia, karena hal-hal yang dilakukan China jauh lebih buruk," kata Trump.

Indikasi soal penggunaan racun Novicok mencuat setelah Alexei Navalny seketika jatuh sakit dalam penerbangan kembali ke Moskow dari Siberia pada 20 Agustus. Navaly sempat dibawa ke rumah sakit di Kota Omsk di Siberia, usai pesawat melakukan pendaratan darurat.

Namun, pihak keluarga yang curiga jika Navalny diracun, kemudian memindahkan perawatan politisi dan aktivis antikorupsi itu ke rumah sakit Charite Berlin.Pada minggu lalu, dokter mengatakan ada indikasi bahwa dia telah diracuni.

Dalam hal ini, NATO dan Jerman menyebut memiliki bukti jika Navalny telah diracun dengan menggunakan Novichok atau racun saraf yang sempat digunakan dalam serangan terhadap mata-mata Inggris, Sergei Skripal. Dimana Inggris sebelumnya sempat menuding intelijen militer Rusia melakukan serangan terhadap Skripal dan putrinya di Salisbury.

Otoritas Jerma menyebut tes yang dilakukan menunjukkan jika Navalny telah diracun dengan zat kimia saraf dari kelompok Novichok. Namun, Kremlin tetap meragukan klaim yang telah dialamatkan kepada mereka.

TAG TERKAIT :
Donald trump Rusia Amerika Serikat Jerman Alexei Navalny Novichok Alexei Navalny Diracun

Berita Lainnya