Opini

Cinta Kita untuk Jokowi

Indah Pratiwi Budi - 10/09/2020 08:09

Baik saya maupun anda, bebas menentukan pilihan.

Saya memilih untuk mendukung pemerintah, dan jika kalian lebih memilih untuk melawan pemerintah - itu hak kalian.

Ada salah dimananya?

Kalian bisa bebas mencaci maki, menghujat, melakukan fitnah, menyebarkan berita bohong - lantas kita sebagai pendukung pemerintah dipaksa untuk diam dan tidak boleh melakukan counter attack?

Itu arti nya kalian lah yang sebenarnya otoriter dan diktator.

Dalam sosial media, kalian terlihat "sangar" dan berani untuk mengatakan mari kita berperang dengan Cebong dll nya.

Ternyata setelah isu hoax buatan kalian di counter oleh kita - kalian ngamuk² dan tidak terima serta menaikkan narasi Jokowi dzalim, otoriter, dan diktator serta masih banyak lagi.

"Karena itu saya katakan kalian pengecut"

Nyali untuk adu kambing nya hanya sebatas korekan upil cita rasa asin² gurih ketika diemut.

Kalian² semua yang mengatakan Jokowi otoriter dll nya masih hidup semua kan? Masih bisa "nyuri" download bokep gratis Mia Khalifah di Laptop kan?

Lantas, dimana otoriter nya?

Berdasarkan fakta, akun sosial media yang menyerang Jokowi itu 100x lipat lebih banyak dibandingkan akun sosial media pendukung Jokowi.

Kenapa jumlah kita sebagai pendukung Jokowi itu sedikit?

1. Karena kita asli manusia dan bukan BOT.
2. Karena kita tidak dibayar, alias gratisan.
3. Karena kita juga punya kesibukkan lain sehingga tidak bisa selalu fokus di sosmed.
4. Karena kita bukan pengangguran.
5. Karena kita bukan kelas "ngarep" Bansos tapi mencaci maki Jokowi.

Bukan berarti karena jumlah kita sebagai pendukung pemerintah kalah banyak - lantas merasa terintimidasi dan tertekan.

Kita sudah berada di jalur yang benar. Tidak perlu takut ataupun terintimidasi oleh mereka.

#SayaInfluencerJokowi

Sumber : Status FP Trending Issue

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Presiden Joko Widodo Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku

Berita Lainnya