Opini

KACAU...! ANIES NGANTERIN INDONESIA MASUK RESESI

Indah Pratiwi Budi - 12/09/2020 09:50

Sesaat setelah pengumuman PSBB "lagi" dari seorang Anies Baswedan-IHSG langsung terjun bebas 260 poin kemarin.

Yang apabila kemarin tidak ditutup sementara, bisa langsung turun dibawah 5% bahkan lebih.

"Masih lebih mendingan si Thanos yang mo ngebunuh separo manusia di bumi tapi ngobrol-ngobrol dulu, jadi pasukan Avengers gak kelabakan"

Keputusan PSBB total ini sama sekali tidak ada tembusan ke pemerintah pusat ataupun koordinasi dengan pusat dan mendadak "jegerrr".

Yang padahal, keputusan PSBB atau Karantina Wilayah tersebut seharusnya dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Menkes dan yang menetapkan boleh atau tidak nya adalah Menkes, bukan Gubernur.

Hal tersebut ada dalam UU No 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan siapa yang boleh mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tersebut.

Imbas nya, ketika Jokowi sedang berusaha menaikkan, menstabilkan, serta merangsang perekonomian Indonesia agar bangkit dengan berbagai program BLT, Modal Usaha, Bansos dll nya - mendadak kembali terjun bebas setelah dihantam Anies.

Dan dengan mudah nya Anies lepas tangan untuk kesekian kali nya kemudian mengatakan "mari kita ikuti arahan dari Jokowi, kerja di rumah dan bla bla bla".

Statement dari Sri Mulyani yang mengatakan "jangan menyerah" kita masih ada waktu kurang lebih 1 bulan (koreksi) untuk memperbaiki keadaan agar tidak masuk dalam resesi, mendadak jadi tidak berguna.

Jokowi mengatakan vaksin Covid-19 akan siap di bulan Januari 2021 (for sure nya) - tapi kenyataan nya sebagian akan selesai di bulan Desember 2020.

Maka, tidak ada cara lain bagi Anies untuk korupsi lagi selain "bikin berantakan" kemudian memaksa untuk bisa menggunakan APBD cadangan milik DKI sebesar 1.4 Triliyun yang sebelum nya "tidak pernah" dipakai sama sekali.

Karena untuk penggunaan APBD cadangan tersebut, haruslah benar² dalam kondisi darurat.

Karena keadaan darurat itu tidak mungkin terjadi, maka Anies menciptakan sendiri keadaan darurat tersebut.

"Bebas demo, Bebas deklarasi, Ganjil Genap hajar aja, dan sengaja menciptakan kerumunan massa dalam jumlah yang banyak terus menerus."

And then.. boom! Angka pasien positif meningkat.

Agar terlihat lebih dramatis lagi, batasi RSUD yang menerima rujukan pasien Covid-19.

Bonus nya, Rumah Sakit yang mulai merangkak setelah babak belur dihajar Ahok tempo dulu, sekarang bisa bebas menyiksa pasien Covid-19 dengan harga² fantastis sambil terus menghisap darah para pasien.

"Anda pilih duit abis, tapi nyawa selamat atau pilih nyawa selamat tapi duit abis?"

Bagaimana? Sebenarnya Anies hebat kan?
Hebat dalam hal merusak, dan hebat dalam menjalan strategi balas dendam terhadap Jokowi.

Sebelum itu, Anies juga sudah meminjam uang sebesar 12.5 Triliyun ke pusat dengan alih² untuk bansos.
Kemudian membuat anggaran siluman lagi sebesar 4 Triliyun untuk tahun 2020 dan 8 Triliyun untuk 2021.

Sudah?
Ternyata belum..

Anies masih nekat berani minta lagi 5.1 Triliyun ke pusat.

Sebenarnya pemerintah pusat bisa memberikan anggaran 5.1 Triliyun tersebut, apabila pendapatan Pemprov DKI tidak minus.

“Bagaimana cara nya anda ingin meminjam 1 juta sementara anda tidak ada penghasilan?”

“Kecuali anda ada pemasukan rutin sekitar 2 jutaan sebulan untuk ngelunasin utang, lah ini aja lagi mampus dan gada duit masuk kok nekat minjem?”

"Tapi, kita kan lagi pandemi - jadi wajar klo pendapatan minus."

Saya pribadi akan menjawab, inilah pembodohan terhadap publik - karena dia sendiri yang selalu melawan arahan pusat mengenai PSBB yang seharus nya ditiadakan dan malah mengeluarkan PSBB transisi berjilid sehingga pendapatan DKI Jakarta otomatis menurun alias minus.

"Karena estimasi Anies anggaran tersebut kecil kemungkinan untuk turun, cara satu²nya untuk korupsi ya pake aja APBD cadangan milik Pemprov 1.4 Triliyun yang gak pernah dipake dari jaman dulu mpe sekarang."

Target Anies adalah sebelum pandemi ini selesai, tabungan dia harus mencukupi untuk bertahan selama 2 tahun sebagai warga biasa sebelum Pilkada ataupun Pemilu serentak pada tahun 2024 nanti.

APBD Cadangan ini sangat susah untuk bisa dicairkan.
Dan Anies sedang melobi DPRD DKI Jakarta yang merupakan "hopengan" korupsi berjamaah ini agar secepatnya dicairkan.

Itulah jawaban, kenapa DPRD DKI yang seharusnya bisa mendorong Anies ke jurang tapi malah terus mensupport Anies dengan kekayaan korupsi anggaran Covid-19 ini.

"Karena jadi anggota DPRD DKI Jakarta itu susah dan udah keluar duit banyak, jadi setidaknya mereka harus balik modal plus keuntungan dengan bantuan Anies Baswedan."
.
Cabe itu Pedas
.
#lawancovid
#indonesiasehat

TAG TERKAIT :
Anies Baswedan Anies Gubernur terbodoh Gubernur Pembohong Anies Takut Corona

Berita Lainnya