Opini

Pandemi Belum Berakhir

Indah Pratiwi Budi - 14/09/2020 20:20

Apakah anda merasa pandemi Covid-19 di Indonesia ini sudah selesai hanya gara-gara pemerintah memberlakukan New Normal/kenormalan baru? Tidak! Keliru jika Anda berpikir demikian.


Seharusnya, semakin pemerintah mengumumkan "kenormalan" dan "kebebasan" lain terkait COVID ini, membuat kita semakin ketat dengan protokol kesehatan yang disarankan. Minimal, pakai masker, jaga jarak serta menghindari kerumunan. Karena jika kebebasan dikumandangkan, artinya perjuangan kita melawan pandemi ini masih panjang, bahkan mungkin lebih berat lagi.


Terlebih, kita tahu kebandelan-kebandelan masyarakat kita yang beranggapan bahwa Covid-19 konspirasi lah, bohongan lah, hingga menganggap virus ini sebagi "azab" bagi orang-orang di luar Islam. Sungguh alasan yang bodoh!


Hingga hari ini, kasus Positif Covid19 di Indonesia sudah mencapai 214 ribu kasus, 8rb orang meninggal termasuk diantaranya adalah tenaga kesehatan. Saya rasa dengan melihat angka statistik ini, bagi orang-orang yang mampu berpikir, tentu akan membuatnya lebih berhati-hati. Minimal, lebih menghargai perjuangan para tenaga kesehatan beserta relawan yang selama -kurang lebih- 7 bulan ini bekerja keras menangani pasien-pasien Covid-19. Hormat bagi mereka, semoga senantiasa dalam lindungan dan pertolongan Tuhan YME.


Saya menulis ini bukan sebagai siapa-siapa (apalagi merasa sebagai orang yang lebih pintar atau ahli di bidang ini) melainkan sebagai diri saya, seorang manusia yang tetap punya rasa khawatir terhadap diri saya sendiri. Meski selama kurang lebih 5 bulan berada di rumah, pergi keluar selama itu sangat urgent (seperti ke warung, ATM atau ke Apotek), dan tetap memakai masker, tetap bukan berarti saya bebas dari ancaman virus ini. Saya tetap punya potensi tertular atau menularkan.

 

Sayangnya masih banyak yang belum sadar. Bahkan orang-orang terpelajar sekalipun, yang tiap hari disodori seabrek buku dan karya-karya ilmiah, tak banyak yang sadar dan mau mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker hanya ketika disuruh, ketika sidang skripsi offline misalnya, dan kegiatan yang lainnya. Kalau kelar urusan, ya lepas lagi tuh masker, dengan dalih "pas foto-foto aja kok copot maskernya". Mungkin dia kira, Covid-19 takut dengan kamera? Hahaha...


Padahal, bukankah kita nggak tahu siapa yang berpotensi membawa dan menularkan virus tersebut? Bukankah kita ingin pandemi ini segera usai dan keadaan kembali normal? Kalau begitu, ya, patuhilah protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan. Semakin berkurang pasien Covid-19, bukan cuma kita aja nih yang bahagia, tapi semuanya, termasuk tenaga kesehatan dan juga pemerintah yang anda tuduh sebagai pembohong itu

Sumber : Status facebook Vinanda Febrian

TAG TERKAIT :
Virus Corona Corona Covid-19 Akibat Virus Corona Pandemi COVID-19 Covid 19

Berita Lainnya